Ptosis, atau dikenal sebagai kelopak mata turun, terjadi ketika kelopak mata atas berada lebih rendah dari posisi normalnya. Kondisi ini dapat memengaruhi satu atau kedua mata dan dapat menutupi sebagian atau seluruh pupil sehingga berpotensi mengganggu penglihatan.
Ptosis dapat terjadi pada segala usia dan dapat berkembang secara bertahap maupun tiba-tiba. Selain memengaruhi penampilan, kondisi ini juga dapat menyebabkan mata tegang, kelelahan, atau gangguan penglihatan.
Penyebab Ptosis
Ptosis terjadi ketika otot, saraf, atau struktur yang berfungsi mengangkat kelopak mata tidak bekerja dengan baik. Kondisi ini dapat sudah ada sejak lahir atau berkembang seiring waktu.
Terdapat beberapa kemungkinan penyebab ptosis, termasuk:
1. Ptosis Kongenital
Ptosis kongenital adalah kondisi yang sudah ada sejak lahir dan terjadi ketika otot pengangkat kelopak mata tidak berkembang dengan baik.
Anak dengan ptosis kongenital dapat mengalami:
- Kelopak mata turun pada satu atau kedua mata sejak lahir
- Kesulitan membuka mata sepenuhnya
- Risiko mengalami ambliopia (mata malas) jika kelopak mata menghalangi penglihatan
Evaluasi dini penting dilakukan kerana ptosis yang tidak ditangani pada anak dapat memengaruhi perkembangan penglihatan.
2. Ptosis Didapat (Acquired Ptosis)
Ptosis didapat berkembang di kemudian hari dan lebih sering terjadi pada orang dewasa.
Beberapa penyebab umum meliputi:
- Perubahan otot akibat penuaan dan degenerasi
Seiring bertambahnya usia, otot levator dapat meregang atau melemah. Ini merupakan salah satu penyebab ptosis yang paling umum. Penggunaan lensa kontak setiap hari selama bertahun-tahun juga dapat melemahkan otot kelopak mata dan menyebabkan ptosis. - Gangguan saraf
Beberapa gangguan saraf dapat memengaruhi otot yang bertanggung jawab mengangkat kelopak mata, seperti kelumpuhan saraf kranial ketiga dan myasthenia gravis. - Cedera atau operasi mata
Trauma pada area mata atau prosedur operasi mata sebelumnya dapat melemahkan otot kelopak mata. Otot juga dapat meregang dan melemah setelah operasi mata seperti operasi katarak dan retina. - Gangguan otot
Beberapa kondisi medis yang memengaruhi otot dapat menyebabkan kelopak mata turun, seperti distrofi miotonik. - Tumor atau benjolan
Dalam kasus yang jarang terjadi, benjolan atau pembengkakan pada kelopak mata dapat membuat kelopak mata menjadi turun akibat berat tambahan.
Karena penyebab ptosis dapat berbeda pada setiap individu, konsultasi dan pemeriksaan klinis diperlukan untuk menentukan penyebab yang mendasarinya.
Tanda dan Gejala Ptosis
Ptosis dapat menyebabkan perubahan yang terlihat pada kelopak mata dan kadang-kadang memengaruhi penglihatan. Tanda dan gejala yang umum meliputi:
Kelopak mata atas turun
Kelopak mata atas berada lebih rendah daripada posisi normal dan dapat memengaruhi satu atau kedua mata.
Kelopak mata menutupi sebagian pupil
Dalam kasus yang lebih parah, kelopak mata yang turun dapat menghalangi sebagian penglihatan.
Kesulitan menjaga mata tetap terbuka
Beberapa orang mungkin merasa perlu secara sadar mengangkat kelopak mata atau menaikkan alis agar dapat melihat dengan jelas.
Mata mudah lelah
Otot di sekitar mata dan dahi dapat menjadi tegang akibat usaha untuk terus mengangkat kelopak mata. Hal ini dapat menyebabkan nyeri di sekitar mata dan sakit kepala.
Alis terangkat atau ketegangan pada dahi
Orang dengan ptosis mungkin mengangkat alis untuk mengimbangi kelopak mata yang turun. Dahi juga dapat membentuk garis lipatan yang lebih jelas akibat usaha tambahan untuk menjaga kelopak mata tetap terbuka.
Mendongakkan kepala untuk melihat lebih baik

Sebagian individu mungkin memiringkan kepala ke belakang dan mengangkat dagu untuk membantu memperluas bidang penglihatan.
Penting: Kelopak mata turun yang muncul secara tiba-tiba, memburuk dengan cepat, atau disertai perubahan penglihatan memerlukan evaluasi medis segera.
Faktor Risiko
Faktor-faktor yang dapat meningkatkan risiko terjadinya ptosis meliputi:
- Penuaan (melemahnya otot kelopak mata seiring waktu)
- Penggunaan lensa kontak dalam jangka panjang
- Sering menggosok atau menarik kelopak mata
- Riwayat keluarga dengan ptosis kongenital
- Gangguan neurologis (misalnya myasthenia gravis)
- Cedera mata atau riwayat operasi kelopak mata
- Kondisi medis tertentu yang memengaruhi saraf atau otot
Bagaimana Ptosis Didiagnosis?
Ptosis didiagnosis melalui pemeriksaan mata yang menyeluruh, meliputi:
- Peninjauan riwayat kesehatan dan waktu munculnya gejala
- Pengukuran tingkat penurunan kelopak mata dan fungsi otot
- Tes penglihatan dan evaluasi pergerakan mata
- Pemeriksaan respons pupil untuk menilai kemungkinan penyebab yang berkaitan dengan saraf
- Pemeriksaan tambahan mungkin dilakukan untuk mengidentifikasi kondisi yang mendasari dan tingkat keparahan ptosis
Diagnosis yang tepat membantu memastikan perawatan disesuaikan dengan kondisi masing-masing individu.
Pilihan Perawatan

Perawatan tergantung pada tingkat keparahan dan penyebab yang mendasarinya:
Penanganan Non-Bedah
- Kasus ringan mungkin hanya perlu dipantau jika tidak memengaruhi penglihatan
- Kacamata khusus dengan penyangga kelopak mata dapat membantu dalam beberapa situasi
- Plester atau perekat kelopak mata dapat membantu menopang kelopak mata
- Tetes mata dapat digunakan untuk merangsang dan membantu mengangkat kelopak mata
Perawatan Bedah
- Operasi ptosis sering kali menjadi pilihan yang paling efektif
- Operasi dapat direkomendasikan jika kelopak mata turun memengaruhi penglihatan, menyebabkan mata tegang, atau memengaruhi penampilan
- Pada anak-anak, penanganan dini mungkin diperlukan untuk mencegah gangguan perkembangan penglihatan
Penanganan Kondisi yang Mendasari
- Penyebab neurologis atau gangguan otot dapat membaik apabila kondisi yang mendasarinya ditangani dengan baik
Pencegahan dan Tips Perawatan Mata
Walaupun tidak semua kasus ptosis dapat dicegah, risiko dapat dikurangi dengan:
- Melindungi mata daripada cedera (misalnya menggunakan kacamata pelindung)
- Mengelola kondisi medis yang mendasari secara proaktif
- Menjalani pemeriksaan mata secara berkala, terutama jika mulai mengalami kelopak mata turun
- Menghindari kebiasaan yang memberi tekanan berlebihan pada otot kelopak mata
- Menghindari menggosok mata
- Memasang dan melepas lensa kontak dengan lembut tanpa menarik kelopak mata
- Mengaplikasikan riasan dan perawatan kulit secara lembut. Hindari menarik atau meregangkan kulit dan otot kelopak mata yang sensitif
Kapan Sebaiknya Anda Berjumpa Dokter?
Anda disarankan untuk berjumpa dokter jika mengalami:
- Kelopak mata turun secara tiba-tiba, terutama jika muncul dalam semalam
- Kelopak mata turun hanya pada satu mata
- Perubahan penglihatan seperti penglihatan kabur atau ganda
- Kesulitan menjaga mata tetap terbuka sepanjang hari
- Rasa berat pada kelopak mata yang semakin memburuk seiring waktu
Bahkan gejala ringan tetap memerlukan pemeriksaan. Evaluasi dini membantu menentukan apakah ptosis berkaitan dengan penuaan atau kondisi medis tertentu serta membantu menentukan perawatan yang sesuai.
Tempah Janji TemuPertanyaan Umum Tentang Ptosis
Ya, terutama dalam kasus yang lebih parah. Ketika kelopak mata menutupi sebagian pupil, kondisi ini dapat menghalangi lapang pandang bagian atas dan menyebabkan mata tegang seiring waktu.
Jika kondisi masih ringan dan stabil, pemantauan berkala mungkin sudah mencukupi. Namun, jika semakin memburuk, memengaruhi penglihatan, atau muncul secara tiba-tiba, penting untuk segera mendapatkan nasihat medis.
Sebagian besar kasus ptosis, terutama yang berkaitan dengan penuaan atau masalah otot, tidak akan membaik dengan sendirinya. Namun, dalam beberapa kasus, penanganan kondisi yang mendasarinya dapat membantu memperbaiki gejala.
Operasi ptosis biasanya dilakukan dengan anestesi lokal, sehingga umumnya tidak terasa sakit selama prosedur berlangsung. Setelah operasi, Anda mungkin mengalami sedikit rasa tidak nyaman atau pembengkakan, yang biasanya akan berkurang dalam beberapa hari.
Pemulihan awal biasanya memerlukan sekitar satu hingga dua minggu. Namun, proses penyembuhan sepenuhnya dan hasil akhir dapat mengambil waktu beberapa minggu hingga beberapa bulan.
Jika Anda mengalami kelopak mata turun yang menetap atau muncul secara tiba-tiba, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter yang berpengalaman dalam kondisi mata. Di Singapura, pusat seperti Nobel Eye & Vision Centre menyediakan pemeriksaan dan perawatan untuk ptosis serta membantu menentukan apakah kondisi tersebut bersifat kosmetik atau berkaitan dengan masalah medis yang mendasarinya.
