
Rokok elektronik (e-cig) adalah perangkat bertenaga baterai yang mengubah cairan menjadi aerosol untuk dihirup. Umumnya dikenal sebagai vape, e-cig ditemukan pada tahun 1965. Penggunaannya meningkat sejak tahun 2007 dan lebih banyak digunakan oleh individu yang lebih muda serta pria.
Bagaimana Vaping Mempengaruhi Kesehatan Hormon
Penggunaan e-cig telah dikaitkan dengan berbagai efek terkait sistem endokrin, termasuk:
- Prediabetes
- Diabetes melitus tipe 2
- Obesitas
Vaping juga dapat memengaruhi kesehatan reproduksi, dengan beberapa penelitian menunjukkan:
- Penurunan kesuburan
- Jumlah sperma yang lebih rendah
Selain itu, vaping juga dapat memperburuk penyakit Graves’ eye disease.
Apa yang Terkandung dalam Rokok Elektronik
Cairan e-cig umumnya mengandung nikotin dan bahan perasa. Namun, kini semakin sering ditemukan zat psikoaktif dalam cairan tersebut, seperti:
- Kanabinoid
- Kokain
- Benzodiazepin
- Ketamin
- Etomidate
Adanya zat-zat ini, terutama etomidat, menimbulkan kekhawatiran serius terhadap kesehatan.
Etomidate dan Dampaknya pada Tubuh
Etomidat adalah obat anestesi umum yang mulai digunakan dalam praktik medis sejak tahun 1972. Zat ini diketahui dapat menekan fungsi kelenjar adrenal dengan menghambat enzim penting dalam produksi hormon steroid.
Gangguan ini dapat menyebabkan:
- Penurunan produksi hormon kortisol dan aldosteron
- Peningkatan produksi hormon androgen dan deoksikortikosteron
Memahami Insufisiensi Adrenal

Insufisiensi adrenal terjadi ketika kelenjar adrenal tidak menghasilkan hormon yang cukup, terutama kortisol.
Pada kasus yang terkait dengan paparan etomidat melalui vaping, pasien dapat mengalami:
- Kadar kortisol rendah (defisiensi glukokortikoid)
- Kadar androgen tinggi — yang dapat menyebabkan haid tidak teratur dan pertumbuhan rambut berlebih pada wanita
- Kadar deoksikortikosteron tinggi — yang dapat menyebabkan tekanan darah tinggi dan kadar kalium rendah, sehingga menimbulkan kelemahan dan kram
Dalam beberapa kasus, kondisi ini dapat menyerupai congenital adrenal hyperplasia (CAH).
Bagaimana Penekanan Adrenal Terjadi
Sejak tahun 2024, telah dilaporkan beberapa kasus penekanan fungsi adrenal yang terkait dengan penggunaan vape yang mengandung etomidate.
Pola yang Umum Terjadi
- Sebagian besar pasien memiliki kadar kortisol rendah
- Beberapa mengalami:
- Tekanan darah tinggi
- Kadar kalium rendah (hipokalemia)
- Kadar androgen tinggi
Namun, gejala dapat sangat bervariasi tergantung pada:
- Dosis etomidate dalam e-cig
- Durasi dan frekuensi penggunaan
- Adanya zat lain dalam cairan e-cig
Mengapa Hal Ini Penting
Penekanan fungsi adrenal akibat zat yang dihirup seperti etomidat dapat bersifat tidak terduga dan serius.
Berbeda dengan penggunaan medis jangka pendek, paparan berulang melalui vaping dapat menyebabkan gangguan hormon yang berkepanjangan, dengan waktu pemulihan yang bisa memakan waktu berbulan-bulan.
Kapan Harus Mencari Bantuan Medis
Segera cari pertolongan medis jika Anda mengalami:
- Kelelahan yang menetap
- Pusing atau pingsan
- Tekanan darah rendah
- Gejala hormonal yang tidak jelas penyebabnya
Diagnosis dan penanganan dini sangat penting untuk mencegah komplikasi.
Jika Anda mengalami gejala yang menetap atau tidak biasa, pertimbangkan untuk melakukan pemeriksaan medis.
Di Nobel Endocrinology & Diabetology, kami membantu pasien mulai dari mengidentifikasi ketidakseimbangan hormon hingga mengelola kondisi endokrin yang sudah ada. Pemeriksaan sejak dini dapat memberikan kejelasan, ketenangan, serta dukungan yang tepat untuk pemulihan Anda.