Tidak Bergairah

Hari Valentine sering dianggap sebagai waktu untuk romansa, kedekatan, dan perasaan yang lebih hangat secara emosional. Namun bagi sebagian orang, musim ini justru menghadirkan hal sebaliknya. Alih-alih merasa bersemangat, mereka mungkin merasa terus-menerus lelah, suasana hati menurun, atau sekadar “tidak bergairah”.

Jika hal ini terasa familiar, Anda tidak sendirian. Yang terpenting, kondisi ini bukanlah kegagalan pribadi atau tanda kurangnya usaha. Terkadang, penyebabnya berada lebih dalam—berkaitan dengan hormon dalam tubuh.

Hormon secara diam-diam memengaruhi tingkat energi, motivasi, dan keseimbangan emosional kita. Ketika hormon tidak berada dalam keseimbangan, bahkan momen yang seharusnya terasa istimewa pun dapat terasa melelahkan.

Bagaimana Hormon Mempengaruhi Energi dan Suasana Hati

Hormon berperan sebagai pembawa pesan kimia yang mengatur fungsi tubuh penting seperti tidur, metabolisme, respons terhadap stres, dan kesejahteraan emosional.

Ketika kadar hormon berada di luar kisaran yang optimal, perubahan sering terjadi secara bertahap sehingga mudah terabaikan atau disalahartikan sebagai akibat stres, proses penuaan, atau gaya hidup yang sibuk.

Beberapa tanda umum bahwa hormon mungkin memengaruhi perasaan Anda meliputi:

  • Merasa lelah meskipun sudah beristirahat dengan cukup
  • Suasana hati yang terus-menerus rendah atau terasa datar
  • Menurunnya motivasi atau minat terhadap keintiman
  • Kesulitan mempertahankan energi sepanjang hari

Jika gejala-gejala ini menetap atau mulai memengaruhi aktivitas sehari-hari, dokter spesialis endokrinologi dapat membantu menilai apakah ketidakseimbangan hormon berperan.

Stres Hari Valentine dan Kelelahan Hormonal

Meskipun Hari Valentine dimaksudkan untuk membawa perasaan positif, hari ini juga dapat menimbulkan tekanan emosional dan sosial. Harapan dalam hubungan, perencanaan perayaan, serta upaya menyeimbangkan pekerjaan dan kehidupan keluarga dapat menciptakan stres tanpa disadari.

Stres memicu pelepasan kortisol, yaitu hormon yang berfungsi membantu tubuh menghadapi tekanan dalam jangka pendek. Ketika kadar kortisol tetap tinggi dalam waktu yang lama, hal ini dapat mengganggu hormon lain yang berperan dalam pengaturan energi, tidur, dan suasana hati.

Seiring waktu, kondisi ini dapat menyebabkan:

  • Kelelahan yang berkelanjutan
  • Tidur yang terganggu atau tidak terasa menyegarkan
  • Merasa terkuras secara emosional
  • Menurunnya minat terhadap keintiman

Alih-alih merasa lebih berenergi, tubuh justru dapat memasuki kondisi kelelahan pada masa yang seharusnya terasa menyenangkan.

Selain hormon yang berkaitan dengan stres seperti kortisol, hormon lain seperti testosteron juga berperan penting dalam menjaga energi, suasana hati, dan vitalitas.

Testosteron Rendah dan Penurunan Vitalitas

Testosteron merupakan hormon lain yang berperan penting dalam menjaga vitalitas secara keseluruhan. Meskipun sering dikaitkan dengan pria, testosteron penting bagi semua gender. Hormon ini mendukung tingkat energi, kestabilan suasana hati, kekuatan otot, dan motivasi.

Ketika kadar testosteron rendah, seseorang mungkin mengalami:

  • Rasa lelah yang berkepanjangan
  • Menurunnya dorongan atau motivasi
  • Perubahan suasana hati atau rasa percaya diri
  • Perasaan berkurangnya vitalitas secara umum

Pemeriksaan hormon yang tepat oleh dokter spesialis dapat membantu menentukan apakah ketidakseimbangan testosteron atau faktor hormonal lain berperan dalam munculnya gejala-gejala tersebut.

Ketika “Tidak Bergairah” Menjadi Sinyal Kesehatan

Libido Rendah

Merasa tidak bergairah sesekali merupakan hal yang normal. Namun, ketika kondisi ini berlangsung terus-menerus, terutama jika disertai dengan kelelahan atau suasana hati yang menurun, hal tersebut dapat menjadi cara tubuh memberi sinyal bahwa ada sesuatu yang tidak seimbang.

Kondisi hormonal yang melibatkan kelenjar tiroid, kelenjar adrenal, atau hormon reproduksi dapat secara halus memengaruhi:

  • Kesejahteraan emosional
  • Tingkat energi
  • Minat seksual
  • Fungsi sehari-hari

Memahami penyebab yang mendasari kondisi ini sering kali memerlukan evaluasi hormon yang menyeluruh, bukan sekadar menganggap masalah tersebut bersifat psikologis atau berkaitan dengan gaya hidup semata.

Mendukung Kesejahteraan Anda Lebih dari Sekadar Hari Valentine

Pekan Valentine tidak harus identik dengan kelelahan atau perasaan emosional yang menurun. Jika rasa lelah, suasana hati yang rendah, atau perasaan terputus dari diri sendiri menjadi keluhan yang berulang, kesehatan hormon mungkin memengaruhi cara tubuh Anda berfungsi.

Mengenali sinyal-sinyal ini merupakan langkah penting untuk memulihkan keseimbangan, tidak hanya selama Hari Valentine tetapi juga sepanjang tahun. Di Nobel Diabetes, Thyroid & Endocrine Centre, dokter spesialis endokrinologi kami mendukung individu dalam memahami bagaimana kesehatan hormon dapat memengaruhi energi, suasana hati, dan kesejahteraan secara keseluruhan. Melalui penilaian yang komprehensif, mereka membantu individu memulihkan keseimbangan secara bertahap.

Terkadang, perasaan “tidak bergairah” bukan tentang romansa sama sekali, melainkan tentang mendengarkan apa yang sedang disampaikan oleh tubuh Anda.

Buat Janji Temu