Apa itu Sleep Apnoea?

Sleep apnoea terjadi ketika aliran udara berulang kali berkurang atau terhenti saat tidur. Setiap jeda napas memicu terbangun sejenak dari tidur, sehingga pernapasan dapat kembali normal.

Meskipun biasanya tidak diingat, gangguan ini memecah siklus tidur dan mencegah tubuh mencapai tahap tidur yang benar-benar restoratif.

Seiring waktu, hal ini dapat menyebabkan kualitas tidur yang buruk serta meningkatkan tekanan pada sistem kardiovaskular dan sistem saraf.

Jenis-Jenis Sleep Apnoea

Sleep apnoea secara umum diklasifikasikan menjadi tiga jenis utama, berdasarkan penyebab gangguan pernapasan:

Sleep Apnoea Singapura

1. Obstructive Sleep Apnoea (OSA)

Obstructive sleep apnoea adalah jenis yang paling umum. Kondisi ini terjadi ketika saluran napas menjadi sebagian atau sepenuhnya tersumbat saat tidur akibat relaksasi otot tenggorokan.

Udara tetap berusaha masuk, tetapi alirannya menjadi terbatas atau benar-benar terhenti.

Faktor yang sering berkontribusi meliputi:

2. Central Sleep Apnoea (CSA)

Central sleep apnoea terjadi ketika otak tidak mengirimkan sinyal yang konsisten ke otot pernapasan. Berbeda dengan OSA, kondisi ini tidak disebabkan oleh sumbatan fisik.

Kondisi ini dapat berkaitan dengan:

  • Gangguan pada kontrol pernapasan oleh otak
  • Penyakit neurologis atau jantung tertentu
  • Penggunaan obat-obatan tertentu
  • Alergi
  • Penyempitan saluran

3. Mixed atau Complex Sleep Apnoea

Jenis ini merupakan kombinasi dari obstructive dan central sleep apnoea. Biasanya teridentifikasi ketika apnoea sentral tetap muncul atau berkembang selama pengobatan untuk obstructive sleep apnoea.

Gejala Sleep Apnoea

Gejala sleep apnoea dapat muncul saat tidur maupun sepanjang hari, dan sering kali memengaruhi kualitas hidup secara keseluruhan.

Apa itu Sleep Apnoea

1. Gejala di Malam Hari

  • Mendengkur keras dan terus-menerus
  • Henti napas saat tidur (biasanya disadari oleh pasangan)
  • Terbangun dengan tersedak, terengah-engah, atau mendengus
  • Sering terbangun atau tidur gelisah
  • Berkeringat di malam hari

2. Gejala di Siang Hari

  • Rasa kantuk berlebihan di siang hari
  • Sakit kepala saat bangun tidur
  • Mulut kering atau sakit tenggorokan saat bangun
  • Sulit berkonsentrasi atau mudah lupa
  • Perubahan suasana hati, seperti mudah marah, cemas, atau mood rendah

3. Gejala pada Anak

Pada anak-anak, sleep apnoea bisa muncul dengan cara yang berbeda dan sering disalahartikan sebagai masalah perilaku. Tanda-tanda umum meliputi:

  • Mendengkur keras atau rutin
  • Bernapas melalui mulut saat tidur
  • Tidur gelisah
  • Mengompol pada anak yang lebih besar
  • Hiperaktif atau perubahan perilaku
  • Kesulitan fokus atau masalah belajar

Amandel dan adenoid yang membesar merupakan penyebab paling umum pada kasus pediatrik.

Faktor Risiko Sleep Apnoea

Beberapa individu lebih berisiko mengalami sleep apnoea akibat faktor anatomi, gaya hidup, atau kondisi medis tertentu. Faktor-faktor risiko meliputi:

  • Kelebihan berat badan atau obesitas, yang dapat menyebabkan penyempitan saluran napas
  • Riwayat keluarga dengan sleep apnoea
  • Merokok atau konsumsi alkohol secara rutin
  • Hidung tersumbat kronis atau alergi
  • Tekanan darah tinggi atau penyakit kardiovaskular
  • diabetes Tipe 2
  • Usia di atas 40 tahun, karena tonus otot secara bertahap menurun seiring waktu

Sleep apnoea memang lebih sering didiagnosis pada pria, tetapi risiko pada wanita meningkat setelah menopause. Hal ini disebabkan oleh perubahan hormon yang dapat memengaruhi kestabilan saluran napas.

Komplikasi Sleep Apnoea yang Tidak Diobati

Sleep apnoea bukan sekadar gangguan tidur. Seiring waktu, gangguan pernapasan yang berulang dapat memberikan tekanan besar pada berbagai sistem tubuh, terutama sistem kardiovaskular dan neurologis.

Jika tidak ditangani, kondisi ini dapat meningkatkan risiko:

  • Tekanan darah tinggi (hipertensi)
  • Penyakit jantung dan gangguan irama jantung (aritmia)
  • Stroke
  • Diabetes tipe 2
  • Depresi dan gangguan suasana hati lainnya
  • “Microsleep” di siang hari (tertidur singkat tanpa disadari), yang berbahaya saat melakukan aktivitas seperti mengemudi
  • Peningkatan risiko kecelakaan di tempat kerja dan di jalan

Sleep apnoea berat yang tidak diobati juga berkaitan dengan peningkatan risiko penyakit kardiovaskular secara keseluruhan.

Bagaimana Sleep Apnoea Didiagnosis

Diagnosis dimulai dengan evaluasi klinis terhadap gejala, riwayat tidur, dan faktor risiko, kemudian dilanjutkan dengan pemeriksaan konfirmasi.

1. Studi Tidur (Polisomnografi)

Ini merupakan tes diagnostik yang paling komprehensif dan biasanya dilakukan semalaman di laboratorium tidur. Pemeriksaan ini memantau:

  • Aktivitas otak
  • Pola pernapasan
  • Kadar oksigen
  • Detak dan irama jantung
  • Tahapan tidur

Tes ini memberikan evaluasi yang rinci tentang bagaimana sleep apnoea memengaruhi tubuh Anda sepanjang malam.

2. Tes Tidur di Rumah

Merupakan versi yang lebih sederhana dari studi tidur yang dapat dilakukan di rumah. Tes ini mengukur pernapasan, aliran udara, dan kadar oksigen selama tidur.

3. Pengukuran Tingkat Keparahan (Skor AHI)

Tingkat keparahan sleep apnoea diklasifikasikan berdasarkan jumlah gangguan pernapasan per jam:

  • Ringan: 5–14 kejadian/jam
  • Sedang: 15–29 kejadian/jam
  • Berat: ≥30 kejadian/jam

Pilihan Pengobatan untuk Sleep Apnoea

Pengobatan bergantung pada tingkat keparahan, gejala, dan penyebab yang mendasari. Tujuannya adalah untuk mengembalikan aliran udara normal saat tidur dan meningkatkan kualitas tidur.

Pengobatan Sleep Apnoea

1. Terapi Continuous Positive Airway Pressure (CPAP)

Continuous Positive Airway Pressure (CPAP) adalah pengobatan paling efektif untuk obstructive sleep apnoea tingkat sedang hingga berat. Terapi ini bekerja dengan memberikan tekanan udara secara stabil untuk menjaga saluran napas tetap terbuka selama tidur.

2. Terapi Alat Oral

Perangkat gigi yang dibuat khusus untuk memposisikan ulang rahang dan lidah agar ruang saluran napas lebih terbuka. Biasanya digunakan untuk kasus ringan hingga sedang atau bagi pasien yang tidak dapat mentoleransi CPAP.

3. Perubahan Gaya Hidup

Pada beberapa kasus, terutama sleep apnoea ringan, perubahan gaya hidup dapat secara signifikan memperbaiki gejala:

  • Mengelola berat badan
  • Berolahraga secara teratur
  • Menghindari alkohol sebelum tidur
  • Tidur dengan posisi miring
  • Mengatasi hidung tersumbat atau alergi

4. Pilihan Operasi

Tindakan bedah dapat dipertimbangkan jika terdapat masalah struktural. Beberapa opsi meliputi:

  • Pengangkatan amandel atau adenoid
  • Operasi hidung
  • Prosedur reposisi rahang
  • Perangkat stimulasi saluran napas atas

Dalam beberapa kasus, terutama sleep apnoea ringan, perubahan gaya hidup dapat secara signifikan memperbaiki gejala:

  • Pengelolaan berat badan
  • Olahraga secara teratur
  • Menghindari alkohol sebelum tidur
  • Tidur dengan posisi miring
  • Mengatasi hidung tersumbat atau alergi

5. Pengobatan Central Sleep Apnoea

Penanganan difokuskan pada pengobatan kondisi medis yang mendasari serta membantu mengatur pernapasan melalui:

  • Terapi oksigen
  • Perangkat ventilasi adaptif
  • Penanganan kondisi jantung atau neurologis

Pencegahan dan Pengurangan Risiko

Tidak semua kasus sleep apnoea dapat dicegah, terutama yang berkaitan dengan faktor anatomi atau kondisi neurologis. Namun, risiko dapat dikurangi melalui:

  • Menjaga berat badan yang sehat untuk mengurangi tekanan pada saluran napas
  • Melakukan aktivitas fisik secara teratur untuk mendukung kesehatan pernapasan dan kardiovaskular secara keseluruhan
  • Mengelola kondisi medis kronis
  • Menghindari merokok dan membatasi konsumsi alkohol, terutama sebelum tidur
  • Menerapkan kebiasaan tidur yang baik, termasuk menjaga jadwal tidur yang konsisten dan posisi tidur yang tepat

Meskipun langkah-langkah ini dapat membantu, hal tersebut tidak menggantikan pemeriksaan medis jika gejala sudah muncul. Evaluasi dini tetap penting untuk memastikan diagnosis yang akurat dan penanganan yang sesuai.

Kapan Harus Berkonsultasi dengan Dokter?

Pemeriksaan medis dianjurkan jika Anda mengalami:

  • Mendengkur keras atau terus-menerus
  • Henti napas saat tidur
  • Kelelahan berlebihan di siang hari
  • Kesulitan berkonsentrasi atau masalah daya ingat

Dalam beberapa situasi, gejala dapat menandakan kondisi yang lebih serius dan memerlukan penanganan segera. Segera cari bantuan medis jika Anda mengalami nyeri dada, kesulitan bernapas, atau gejala stroke.

Buat Janji Temu

Pertanyaan (FAQ) yang Sering Diajukan tentang Sleep Apnoea

Apakah sleep apnoea umum di Singapura?

Ya. Kondisi ini lebih umum daripada yang banyak orang kira, terutama pada orang dewasa dengan gaya hidup yang sibuk atau memiliki kondisi kesehatan tertentu yang mendasari.

Apakah mendengkur selalu merupakan tanda sleep apnoea?

Tidak selalu. Namun, mendengkur yang keras dan sering, terutama jika disertai rasa lelah di siang hari, dapat menjadi tanda peringatan adanya sleep apnoea.

Apakah sleep apnoea bisa disembuhkan?

Beberapa kasus dapat membaik dengan penurunan berat badan atau pengobatan, namun banyak orang mengelolanya dalam jangka panjang dengan alat seperti CPAP.

Apakah sleep apnoea berbahaya?

Ya. Jika tidak diobati, sleep apnoea dapat meningkatkan risiko penyakit jantung, stroke, dan berbagai kondisi kesehatan serius lainnya.

Apakah orang yang lebih muda bisa mengalami sleep apnoea?

Ya. Walaupun lebih umum terjadi setelah usia 40 tahun, kondisi ini juga dapat dialami oleh orang dewasa muda bahkan anak-anak.