Mendengkur terjadi ketika aliran udara terhalang sebagian selama tidur, sehingga menyebabkan jaringan lunak di saluran pernapasan bergetar.
Sumbatan ini dapat terjadi di hidung, mulut, atau tenggorokan, terutama saat otot-otot menjadi lebih rileks pada tahap tidur yang lebih dalam.
Sebagian orang hanya mendengkur sesekali, sementara yang lain mengalaminya setiap malam. Tingkat keparahannya dapat bervariasi, mulai dari suara napas yang pelan hingga dengkuran yang keras dan mengganggu.
Gejala Mendengkur
Gejala yang umum meliputi:
- Suara napas yang keras atau mengganggu saat tidur
- Mulut kering atau sakit tenggorokan saat bangun tidur
- Kualitas tidur yang buruk atau tidur yang tidak nyenyak
- Rasa lelah atau mengantuk di siang hari
- Sakit kepala di pagi hari
- Sulit berkonsentrasi
- Mudah marah atau mengalami perubahan suasana hati
Tanda-tanda yang lebih serius dapat meliputi:
- Terengah-engah atau tersedak saat tidur
- Henti napas saat tidur
- Sering terbangun di malam hari
Gejala-gejala ini dapat mengindikasikan adanya gangguan tidur yang lebih serius.
Sebagian orang mungkin tidak menyadari bahwa mereka mendengkur sampai pasangan atau anggota keluarga memberi tahu mereka.
Apa Penyebab Mendengkur?
Beberapa faktor dapat menyebabkan mendengkur. Dalam beberapa kasus, lebih dari satu faktor dapat berperan.
1. Otot Tenggorokan yang Rileks
Saat tidur, otot-otot di mulut, lidah, dan tenggorokan secara alami menjadi rileks. Jika otot-otot ini terlalu rileks, saluran napas dapat tersumbat sebagian dan menyebabkan getaran.
2. Sumbatan atau Hidung Tersumbat

Kondisi seperti alergi, infeksi sinus, atau deviasi septum dapat membatasi aliran udara melalui hidung.
3. Berat Badan Berlebih
Kelebihan berat badan di sekitar leher dan tenggorokan dapat memberikan tekanan pada saluran napas sehingga mempersempit jalur pernapasan saat tidur.
4. Posisi Tidur
Tidur telentang dapat menyebabkan lidah dan jaringan lunak jatuh ke belakang sehingga mempersempit saluran napas.
5. Alkohol dan Obat Penenang
Alkohol dan obat-obatan tertentu dapat membuat otot tenggorokan semakin rileks sehingga meningkatkan risiko penyumbatan saluran napas dan mendengkur.
6. Merokok
Merokok dapat mengiritasi dan menyebabkan peradangan pada lapisan saluran napas sehingga berkontribusi terhadap hidung tersumbat dan terbatasnya aliran udara.
7. Amandel dan Adenoid yang Membesar
Kondisi ini lebih sering terjadi pada anak-anak, tetapi juga dapat dialami oleh orang dewasa.
8. Penuaan
Seiring bertambahnya usia, kekuatan otot pada saluran napas dapat berkurang sehingga saluran napas lebih mudah kolaps saat tidur.
9. Sleep Apnoea Obstruktif
Mendengkur terkadang berkaitan dengan sleep apnoea obstruktif, yaitu kondisi ketika pernapasan berulang kali berhenti dan dimulai kembali selama tidur akibat penyumbatan saluran napas.
Faktor Risiko Mendengkur
Beberapa faktor dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami mendengkur.
Faktor-faktor tersebut meliputi:
- Kelebihan berat badan atau obesitas
- Jenis kelamin laki-laki
- Bertambahnya usia
- Merokok
- Konsumsi alkohol
- Riwayat keluarga yang mendengkur
- Hidung tersumbat kronis
- Tidur telentang
- Kehamilan
- Kebiasaan tidur yang buruk
- Amandel atau adenoid yang membesar
Perubahan hormon dan kenaikan berat badan selama kehamilan juga dapat meningkatkan risiko mendengkur, terutama pada tahap akhir kehamilan.
Bagaimana Mendengkur Didiagnosis?
Dokter dapat melakukan penilaian dengan meninjau gejala, kebiasaan tidur, dan riwayat kesehatan. Evaluasi dapat meliputi:
1. Pemeriksaan Fisik
Hidung, mulut, tenggorokan, dan saluran napas dapat diperiksa untuk melihat adanya tanda-tanda penyumbatan atau kelainan struktur.
2. Riwayat Tidur
Dokter dapat menanyakan kualitas tidur, rasa lelah di siang hari, adanya henti napas saat tidur, atau meminta masukan dari pasangan mengenai pola tidur Anda.
3. Pemeriksaan Pencitraan
Dalam beberapa kasus, pemeriksaan pencitraan seperti sinar-X, CT scan, atau MRI dapat digunakan untuk menilai struktur saluran napas.
4. Pemeriksaan Tidur
Jika dicurigai adanya gangguan tidur, dokter dapat merekomendasikan pemeriksaan tidur. Pemeriksaan ini memantau pola pernapasan, kadar oksigen, denyut jantung, dan kualitas tidur.
Pemeriksaan tidur dapat dilakukan di laboratorium tidur atau melalui pemeriksaan tidur di rumah pada pasien yang sesuai.
Pilihan Pengobatan untuk Mendengkur
Pengobatan bergantung pada penyebab yang mendasari dan tingkat keparahan mendengkur.
1. Perubahan Gaya Hidup
Banyak kasus mendengkur ringan dapat membaik dengan perubahan gaya hidup sederhana.
Langkah-langkah yang dapat dilakukan meliputi:
- Menjaga berat badan yang sehat
- Tidur menyamping, bukan telentang
- Menghindari konsumsi alkohol sebelum tidur
- Berhenti merokok
- Menjaga jadwal tidur yang teratur
- Mengatasi hidung tersumbat atau alergi
- Meninggikan posisi kepala sedikit saat tidur
2. Perawatan Hidung

Semprotan saline, obat alergi, atau pengobatan untuk kondisi sinus dapat membantu memperbaiki aliran udara.
3. Alat Oral
Alat khusus yang membantu menjaga saluran napas tetap terbuka dengan mengubah posisi rahang atau lidah.
4. Terapi Continuous Positive Airway Pressure (CPAP)
Bagi penderita yang didiagnosis mengalami sleep apnoea obstruktif, terapi CPAP dapat direkomendasikan. Alat ini memberikan tekanan udara secara terus-menerus melalui masker untuk menjaga saluran napas tetap terbuka selama tidur.
5. Operasi
Pada kasus tertentu, tindakan operasi dapat direkomendasikan untuk memperbaiki masalah struktural pada saluran napas.
Apakah Mendengkur Dapat Dicegah?
Meskipun tidak semua kasus mendengkur dapat dicegah, beberapa kebiasaan dapat membantu mengurangi kemungkinan terjadinya mendengkur.
Beberapa langkah yang dapat membantu meliputi:
- Menjaga berat badan yang sehat
- Berolahraga secara teratur
- Menghindari merokok
- Membatasi konsumsi alkohol sebelum tidur
- Mengelola alergi sejak dini
- Tidur menyamping
- Menjaga jadwal tidur yang teratur
- Mencari pengobatan untuk masalah pada hidung atau sinus
Kapan Harus Berkonsultasi dengan Dokter?
Anda sebaiknya berkonsultasi dengan dokter jika dengkuran Anda keras, terus-menerus, memengaruhi kualitas tidur, atau disertai gejala seperti tersedak, terengah-engah, henti napas saat tidur, sakit kepala di pagi hari, kelelahan di siang hari, sulit berkonsentrasi, atau mudah marah.
Penanganan medis juga penting jika dengkuran Anda mengganggu tidur pasangan, semakin memburuk seiring waktu, atau terjadi bersamaan dengan kondisi seperti tekanan darah tinggi, obesitas, atau penyakit jantung, karena kondisi tersebut terkadang berkaitan dengan sleep apnoea obstruktif atau gangguan saluran napas dan tidur lainnya.
Buat Janji TemuPertanyaan yang Sering Diajukan
Tidak. Banyak orang hanya mendengkur sesekali. Namun, mendengkur yang terus-menerus atau terdengar keras tidak boleh diabaikan.
Seiring bertambahnya usia, kekuatan otot pada saluran napas dapat berkurang. Hal ini membuat saluran napas lebih mudah menyempit atau kolaps saat tidur.
Ya. Tidur telentang dapat memperburuk dengkuran karena lidah dan jaringan lunak dapat jatuh ke belakang sehingga mempersempit saluran napas.
Jika dengkuran sering terjadi, cukup parah, atau memengaruhi kualitas hidup Anda, pemeriksaan lebih lanjut oleh dokter spesialis THT dapat membantu. Mendengkur yang terus-menerus, terutama jika disertai tersedak, terengah-engah saat tidur, atau kelelahan di siang hari, dapat menjadi tanda adanya kondisi yang mendasari, seperti sleep apnoea obstruktif.
Di Nobel ENT Centre, pasien dengan keluhan mendengkur dan gangguan pernapasan saat tidur akan dievaluasi oleh dokter spesialis THT yang berpengalaman, termasuk Dr Leong Hoo Kwong, Dr Annette Ang, dan Dr Fung Chak Yuen.
Pemeriksaan yang tepat dapat membantu mengidentifikasi penyebab mendengkur dan menentukan pilihan pengobatan yang paling sesuai untuk meningkatkan kualitas tidur dan kesehatan secara keseluruhan.
