Glaukoma adalah penyakit mata yang merusak saraf optik, yaitu saraf yang berfungsi mengirimkan informasi visual dari mata ke otak. Setelah saraf optik mengalami kerusakan, kehilangan penglihatan yang terjadi bersifat permanen dan tidak dapat dipulihkan.
Glaukoma sering disebut sebagai "pencuri penglihatan tanpa disadari" karena pada tahap awal, sebagian besar penderitanya tidak mengalami gejala yang jelas.
Di Singapura, glaukoma merupakan salah satu penyebab utama kebutaan permanen yang tidak dapat dipulihkan. Sekitar 3% orang berusia 50 tahun ke atas mengalaminya, dan angka ini meningkat menjadi hampir 1 dari 10 orang dewasa berusia di atas 70 tahun. Meskipun demikian, banyak orang tidak menyadari bahwa mereka mengidap glaukoma hingga penglihatan mereka mulai terganggu.
Mengapa Glaukoma Terjadi?
Mata secara alami menghasilkan cairan yang membantu menjaga kesehatan mata dan penglihatan tetap normal. Cairan ini biasanya mengalir keluar melalui sistem drainase yang halus di dalam mata. Apabila sistem drainase tersebut tidak berfungsi dengan baik, tekanan di dalam mata akan meningkat.
Seiring waktu, peningkatan tekanan ini dapat merusak saraf optik.
Namun, yang tidak disadari banyak orang adalah bahwa glaukoma tidak selalu disebabkan oleh tekanan mata yang tinggi.
Pada sebagian orang, kerusakan saraf optik dapat terjadi meskipun tekanan mata berada dalam kisaran normal. Hal ini kerana saraf optik mereka lebih rentan terhadap kerusakan walaupun pada tekanan mata yang lebih rendah. Kondisi ini dikenali sebagai glaukoma tekanan normal (normal-tension glaucoma), dan inilah salah satu alasan mengapa pemeriksaan mata secara berkala sangat penting.
Tanda & Gejala Glaukoma

Tanda-Tanda Awal Glaukoma
Salah satu cabaran terbesar glaukoma ialah pada peringkat awal, penyakit ini biasanya tidak menunjukkan sebarang gejala.
Bagi jenis yang paling biasa, iaitu glaukoma sudut terbuka (open-angle glaucoma), kehilangan penglihatan berlaku secara perlahan dan selalunya bermula pada penglihatan periferi (bahagian tepi). Oleh sebab penglihatan pusat masih jelas pada peringkat awal, ramai pesakit tidak menyedari bahawa mereka mengalami masalah.
Apabila gejala mula disedari, keadaan selalunya sudah berada pada tahap yang lebih lanjut dan kehilangan penglihatan yang berlaku tidak dapat dipulihkan.
Gejala yang Perlu Diberi Perhatian
Apabila glaukoma semakin teruk, anda mungkin mengalami:
- Kehilangan penglihatan sisi secara beransur-ansur
- Penglihatan kabur atau malap
- Kesukaran melihat pada waktu malam
- Penglihatan terowong (tunnel vision) pada peringkat lanjut
Sebaliknya, glaukoma sudut tertutup akut (acute angle-closure glaucoma) boleh menyebabkan gejala yang muncul secara tiba-tiba dan serius, seperti:
- Sakit mata yang teruk
- Mata merah
- Melihat lingkaran cahaya (halo) di sekeliling lampu
- Loya atau muntah
- Penglihatan kabur secara tiba-tiba
Ini merupakan kecemasan perubatan dan memerlukan rawatan segera.
Jenis-Jenis Glaukoma
Glaukoma bukanlah satu penyakit tunggal, melainkan sekelompok penyakit mata yang dapat memengaruhi penglihatan dengan cara yang berbeda. Setiap jenis glaukoma memiliki penyebab dan dampak yang berbeda pada mata.
1. Glaukoma Sudut Terbuka
Terjadi ketika tekanan cairan di dalam mata meningkat meskipun saluran pembuangan cairan tetap terbuka, kerana saluran tersebut tidak berfungsi dengan baik. Gejalanya biasanya berkembang secara perlahan dan dapat meliputi:
- Kehilangan penglihatan perifer (samping) secara bertahap
- Penglihatan kabur
- Sulit melihat dalam pencahayaan redup
- Penglihatan terowongan pada tahap lanjut
2. Glaukoma Sudut Tertutup
Glaukoma sudut tertutup akut terjadi ketika sudut drainase mata tiba-tiba tersumbat sehingga tekanan di dalam mata meningkat dengan cepat. Gejalanya biasanya muncul secara tiba-tiba, antara lain:
- Nyeri mata yang hebat
- Penglihatan kabur atau berkabut
- Melihat lingkaran cahaya (halo) di sekitar lampu
- Mata merah
- Mual dan muntah
Jenis ini lebih sering terjadi pada orang lanjut usia, wanita, dan masyarakat Asia.
Glaukoma sudut tertutup kronis berkembang lebih perlahan, dengan sudut drainase yang semakin menyempit. Gejalanya dapat menyerupai glaukoma sudut terbuka.
3. Glaukoma Tekanan Normal
Kerusakan saraf optik dapat terjadi meskipun tekanan mata berada dalam kisaran normal. Hal ini mungkin berkaitan dengan gangguan aliran darah ke saraf optik atau saraf optik yang lebih rentan terhadap kerusakan.
4. Glaukoma Sekunder
Glaukoma sekunder terjadi akibat kondisi lain, seperti katarak, diabetes, peradangan mata (uveitis), atau penggunaan obat-obatan tertentu yang menyebabkan tekanan di dalam mata meningkat.
5. Glaukoma Pigmenter
Terjadi ketika partikel pigmen menyumbat sistem drainase mata sehingga tekanan di dalam mata meningkat.
Siapa yang Berisiko Lebih Tinggi Mengalami Glaukoma?
Anda mungkin memiliki risiko lebih tinggi terkena glaukoma jika:
- Berusia lebih dari 40 tahun
- Memiliki riwayat glaukoma dalam keluarga
- Menderita diabetes atau tekanan darah tinggi
- Mengalami rabun jauh (miopia) atau rabun dekat (hiperopia) yang tinggi
- Menggunakan obat steroid dalam jangka panjang
- Mengalami sleep apnoea obstruktif
- Pernah mengalami cedera pada mata
Glaukoma biasanya menyerang kedua mata, tetapi salah satu mata dapat mengalami kerusakan lebih cepat daripada yang lainnya.
Bagaimana Glaukoma Didiagnosis?
Glaukoma biasanya dideteksi melalui pemeriksaan mata menyeluruh, bahkan sebelum gejala muncul. Dokter akan mengukur tekanan mata, memeriksa saraf optik, menilai sistem drainase mata, serta menguji lapang pandang Anda.
Pemeriksaan yang umum dilakukan meliputi:
- Pengukuran tekanan mata (tonometri)
- Pemeriksaan saraf optik
- Tes lapang pandang (untuk memeriksa penglihatan samping)
- Pengukuran ketebalan kornea
- Pencitraan OCT (Optical Coherence Tomography) untuk pemeriksaan saraf optik secara terperinci
Pemeriksaan ini biasanya memerlukan waktu sekitar 20 hingga 45 menit dan dapat mendeteksi glaukoma sejak dini, bahkan sebelum gejala muncul. Pemeriksaan mata secara berkala dianjurkan, terutama mulai usia sekitar 40 tahun.
Pilihan Pengobatan Glaukoma
Meskipun kerusakan akibat glaukoma tidak dapat dipulihkan, kabar baiknya adalah kondisi ini dapat dikendalikan secara efektif, terutama jika terdeteksi sejak dini, sehingga dapat membantu mencegah penurunan penglihatan lebih lanjut.
1. Obat Tetes Mata (Terapi Lini Pertama)
Obat tetes mata yang diresepkan dokter membantu menurunkan tekanan di dalam mata dan merupakan pengobatan yang paling umum untuk glaukoma.
2. Terapi Laser
Prosedur laser dapat membantu memperbaiki aliran keluar cairan mata sehingga tekanan di dalam mata berkurang.
3. Operasi dan Terapi Lainnya
Operasi mungkin disarankan apabila pengobatan lain tidak memberikan hasil yang memadai. Tindakan ini bekerja dengan membuat saluran drainase baru atau mengurangi produksi cairan mata. Pada glaukoma tahap awal, operasi glaukoma minimal invasif (Minimally Invasive Glaucoma Surgery/MIGS) juga dapat menjadi pilihan pengobatan.
Pencegahan
Glaukoma mungkin tidak selalu dapat dicegah, tetapi pemeriksaan mata secara berkala dapat membantu mendeteksinya sejak dini dan mencegah kehilangan penglihatan yang lebih serius. Menerapkan gaya hidup sehat, mengendalikan kondisi seperti diabetes atau tekanan darah tinggi, serta melindungi mata daripada cedera juga dapat membantu mengurangi risiko terjadinya glaukoma.
Kapan Harus Berkonsultasi dengan Dokter?

Anda sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter apabila mengalami gejala berikut:
- Penglihatan kabur
- Kehilangan penglihatan samping
- Nyeri pada mata
- Sakit kepala
- Melihat lingkaran cahaya (halo) di sekitar lampu
Pemeriksaan mata secara berkala juga sangat dianjurkan, terutama jika Anda berusia di atas 40 tahun, memiliki riwayat glaukoma dalam keluarga, atau menderita kondisi seperti diabetes maupun tekanan darah tinggi. Pemeriksaan sejak dini dapat membantu mendeteksi glaukoma sebelum terjadi kehilangan penglihatan yang serius.
Buat Janji TemuPertanyaan yang Sering Diajukan
Karena glaukoma biasanya berkembang tanpa gejala hingga kehilangan penglihatan telah terjadi.
Orang yang berusia di atas 40 tahun, memiliki riwayat glaukoma dalam keluarga, atau menderita kondisi seperti diabetes maupun tekanan mata yang tinggi memiliki risiko lebih tinggi terkena glaukoma.
Pengobatan glaukoma dapat berupa obat tetes mata, obat-obatan, terapi laser, atau operasi untuk menurunkan tekanan mata dan mencegah kerusakan lebih lanjut.
Kerusakan saraf optik akibat glaukoma tidak dapat dipulihkan. Namun, deteksi dini dan pengobatan yang tepat dapat membantu mengendalikan kondisi ini serta mencegah kehilangan penglihatan lebih lanjut. Tanpa diagnosis dan pengobatan, glaukoma dapat berkembang hingga menyebabkan kebutaan permanen.
Glaukoma didiagnosis melalui pemeriksaan mata. Dokter akan mengukur tekanan mata, memeriksa saraf optik, dan melakukan tes lapang pandang. Pemeriksaan mata secara berkala dapat membantu mendeteksi glaukoma sejak dini.
