Demensia adalah kondisi yang memengaruhi daya ingat, kemampuan berpikir, perilaku, serta kemampuan menjalankan aktivitas sehari-hari. Demensia bukanlah satu jenis penyakit, melainkan sekumpulan gejala yang disebabkan oleh kerusakan sel-sel otak.

Meskipun mudah lupa ringan dapat terjadi seiring bertambahnya usia, sebagian besar jenis demensia bersifat progresif dan dapat mengganggu kemandirian, hubungan dengan orang lain, serta kualitas hidup penderitanya.

Tanda dan Gejala Awal Demensia

Gejala demensia bervariasi tergantung pada penyebab yang mendasari dan stadium penyakit. Dalam kebanyakan kasus, gejala berkembang secara bertahap dan menjadi semakin jelas seiring waktu. Meskipun sesekali lupa dapat menjadi bagian normal dari proses penuaan, perubahan kemampuan kognitif yang menetap hingga mengganggu aktivitas sehari-hari sebaiknya diperiksakan ke dokter.

Gejala Awal yang Umum

Penderita demensia dapat mengalami:

  • Kehilangan daya ingat, terutama lupa percakapan atau kejadian yang baru terjadi
  • Kesulitan menemukan kata yang tepat saat berbicara
  • Kesulitan mengikuti percakapan atau memahami informasi
  • Bingung mengenai tanggal, waktu, atau tempat yang sudah dikenal
  • Kesulitan menyelesaikan tugas yang sebelumnya sudah biasa dilakukan
  • Sering salah meletakkan barang dan tidak dapat mengingat kembali letaknya
  • Penurunan kemampuan dalam mengambil keputusan atau menilai suatu situasi

Perubahan Suasana Hati dan Perilaku

Demensia juga dapat memengaruhi emosi dan perilaku seseorang. Beberapa perubahan yang mungkin terjadi meliputi:

  • Perubahan suasana hati (mood swing)
  • Meningkatnya kecemasan atau depresi
  • Perubahan kepribadian
  • Kehilangan minat terhadap hobi atau aktivitas sosial
  • Menjadi curiga atau tidak mempercayai orang lain

Gejala Demensia pada Stadium Lanjut

Seiring perkembangan penyakit, penderita demensia akan membutuhkan lebih banyak bantuan dalam menjalani aktivitas sehari-hari. Mereka dapat mengalami:

  • Kesulitan berkomunikasi
  • Kesulitan mengenali anggota keluarga atau orang terdekat
  • Kesulitan berjalan atau menjaga keseimbangan
  • Kesulitan makan atau menelan
  • Kehilangan kemandirian dalam melakukan aktivitas sehari-hari

Apa Penyebab Demensia?

Penyebab Demensia

Demensia terjadi ketika sel-sel otak mengalami kerusakan atau kehilangan kemampuan untuk berkomunikasi secara efektif. Beberapa penyebab demensia yang paling umum meliputi:

1. Penyakit Alzheimer

Penyebab demensia yang paling umum. Penyakit ini ditandai dengan penumpukan protein abnormal di otak yang menyebabkan penurunan daya ingat dan fungsi kognitif secara bertahap.

 

2. Demensia Vaskular

Terjadi ketika aliran darah ke otak berkurang akibat stroke atau kerusakan pembuluh darah. Kecepatan berpikir, kemampuan merencanakan, dan memecahkan masalah sering kali menjadi fungsi yang pertama kali terganggu.

 

3. Demensia dengan Badan Lewy

Berhubungan dengan penumpukan protein abnormal yang disebut badan Lewy. Gejala yang umum meliputi halusinasi visual, gangguan tidur, kesulitan berkonsentrasi, serta gejala mirip penyakit Parkinson seperti gerakan yang melambat, kekakuan otot, dan langkah kaki yang pendek.

 

4. Demensia Frontotemporal

Terjadi akibat kerusakan pada bagian depan dan samping otak, sehingga memengaruhi kepribadian, perilaku, serta kemampuan berbahasa.

 

5. Demensia Campuran

Sebagian orang mengalami lebih dari satu penyebab demensia, misalnya kombinasi penyakit Alzheimer dan demensia vaskular.

Faktor Risiko Demensia

Beberapa faktor dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami demensia. Faktor-faktor tersebut terbagi menjadi faktor yang tidak dapat diubah dan faktor yang dapat dimodifikasi.

Faktor Risiko yang Tidak Dapat Diubah

  • Bertambahnya usia
  • Riwayat demensia dalam keluarga
  • Faktor genetik tertentu

Faktor Risiko yang Dapat Dimodifikasi

Penelitian menunjukkan bahwa beberapa faktor risiko demensia dapat dikurangi melalui gaya hidup sehat dan pengelolaan kondisi medis yang baik. Faktor-faktor tersebut meliputi:

  • Tekanan darah tinggi
  • Diabetes
  • Kolesterol tinggi
  • Merokok
  • Konsumsi alkohol berlebihan
  • Obesitas
  • Kurang aktivitas fisik
  • Gangguan pendengaran yang tidak ditangani
  • Gangguan penglihatan yang tidak ditangani
  • Gangguan tidur, seperti sleep apnoea
  • Depresi
  • Cedera kepala yang berulang

Bagaimana Demensia Didiagnosis?

Tidak ada satu pemeriksaan yang dapat memastikan diagnosis demensia. Dokter biasanya akan menggabungkan beberapa penilaian untuk menentukan penyebab gejala yang dialami pasien.

Evaluasi medis dapat meliputi:

  • Peninjauan riwayat kesehatan dan gejala
  • Tes fungsi kognitif dan daya ingat
  • Pemeriksaan fisik dan neurologis
  • Tes darah untuk menyingkirkan penyebab yang masih dapat diobati
  • Pencitraan otak (MRI atau CT scan)
  • Penilaian kemampuan menjalankan aktivitas sehari-hari

Diagnosis dini dapat membantu pasien dan keluarga memahami pilihan pengobatan, merencanakan perawatan di masa depan, serta memperoleh layanan dukungan lebih awal.

Pilihan Pengobatan Demensia

Meskipun hingga kini sebagian besar jenis demensia belum dapat disembuhkan, pengobatan bertujuan untuk mengendalikan gejala, memperlambat perkembangan penyakit jika memungkinkan, serta meningkatkan kualitas hidup pasien.

Pengobatan dengan Obat

Bergantung pada jenis demensia yang dialami, obat-obatan dapat membantu meningkatkan daya ingat, perhatian, atau kemampuan menjalankan aktivitas sehari-hari pada sebagian pasien.

Pendekatan Non-Obat

  • Stimulasi kognitif dan latihan daya ingat
  • Program aktivitas fisik
  • Terapi okupasi
  • Terapi wicara dan bahasa
  • Rutinitas harian yang terstruktur

Mengelola Kondisi Kesehatan yang Mendasari

Mengendalikan faktor risiko penyakit kardiovaskular seperti hipertensi, diabetes, dan kolesterol tinggi dapat membantu mengurangi kerusakan pembuluh darah di otak lebih lanjut serta memperlambat penurunan fungsi kognitif.

Apakah Demensia Dapat Dicegah?

Tidak ada cara yang dapat menjamin pencegahan demensia. Namun, menerapkan gaya hidup sehat dapat membantu menurunkan risiko serta menjaga kesehatan otak.

demensia pada lansia di Singapura

Cara Menjaga Kesehatan Otak

  • Berolahraga secara teratur
  • Mengonsumsi makanan bergizi seimbang (misalnya pola makan Mediterania)
  • Tetap aktif secara sosial
  • Menjaga otak tetap aktif melalui aktivitas yang merangsang mental
  • Mengelola tekanan darah, kolesterol, dan diabetes
  • Tidur yang cukup
  • Tidak merokok
  • Membatasi konsumsi alkohol

Kapan Harus Berkonsultasi dengan Dokter?

Banyak orang sesekali lupa nama, jadwal janji, atau tempat meletakkan barang sehari-hari. Hal ini bisa menjadi bagian normal dari proses penuaan. Namun, jika gangguan daya ingat atau kemampuan berpikir mulai memengaruhi aktivitas sehari-hari, pekerjaan, pengelolaan keuangan, kemampuan mengemudi, komunikasi, atau keselamatan diri, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter.

Segera cari pertolongan medis jika Anda atau orang terdekat mengalami:

  • Kehilangan daya ingat yang menetap
  • Sering mengalami kebingungan
  • Tersesat di tempat yang sudah dikenal
  • Kesulitan menjalankan aktivitas sehari-hari
  • Perubahan kepribadian atau perilaku
  • Penurunan kemampuan dalam mengambil keputusan
Buat Janji Temu

Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)

Apa tanda pertama yang biasanya muncul pada demensia?

Pada penyakit Alzheimer, gangguan daya ingat terhadap kejadian yang baru terjadi sering kali menjadi salah satu tanda paling awal. Namun, gejala dapat berbeda tergantung pada jenis demensia. Beberapa jenis demensia justru diawali dengan perubahan perilaku, kemampuan berbahasa, atau kemampuan memecahkan masalah.

Apakah orang yang lebih muda bisa mengalami demensia?

Ya. Kondisi ini dikenal sebagai demensia onset muda (young-onset dementia) dan dapat terjadi sebelum usia 65 tahun.

Apakah setiap orang yang mengalami gangguan daya ingat pasti menderita demensia?

Tidak. Gangguan daya ingat dapat disebabkan oleh berbagai faktor, seperti stres, kurang tidur, efek samping obat, kekurangan vitamin, maupun kondisi medis lainnya.

Apakah demensia dapat disembuhkan?

Sebagian besar jenis demensia belum dapat disembuhkan. Namun, pengobatan dapat membantu mengendalikan gejala serta meningkatkan kualitas hidup pasien.

Dokter apa yang harus dikunjungi untuk demensia di Singapura?

Jika Anda atau orang terdekat mengalami gangguan daya ingat yang menetap, kebingungan, atau perubahan perilaku, sebaiknya segera menjalani pemeriksaan medis. Di Nobel Psychological Wellness Centre Singapore, dokter spesialis psikiatri kami menyediakan layanan penilaian, diagnosis, serta penatalaksanaan demensia dan gangguan fungsi kognitif lainnya.