Infeksi telinga dapat menyebabkan nyeri telinga yang muncul secara tiba-tiba, rasa tertekan atau penuh pada telinga, gangguan pendengaran seperti telinga terasa tersumbat, atau keluarnya cairan dari telinga. Kondisi ini dapat terjadi setelah mengalami pilek, influenza, atau infeksi sinus, ketika cairan terperangkap di belakang gendang telinga dan kuman mulai berkembang biak.
Infeksi telinga umum terjadi pada anak-anak, tetapi orang dewasa juga dapat mengalaminya. Sebagian besar kasus ringan membaik dalam beberapa hari, tetapi beberapa kasus mungkin memerlukan penanganan medis, terutama jika gejalanya berat, berulang, atau disertai perubahan pada pendengaran.
Apa itu Infeksi Telinga?
Infeksi telinga terjadi ketika bagian tertentu dari telinga mengalami peradangan atau infeksi. Jenis yang paling umum adalah infeksi telinga tengah, yang juga disebut otitis media akut.
Telinga tengah merupakan ruang kecil yang terletak di belakang gendang telinga. Bagian ini terhubung dengan bagian belakang hidung dan tenggorokan melalui saluran sempit yang disebut tuba Eustachius. Saluran ini membantu mengalirkan cairan dan menjaga keseimbangan tekanan di dalam telinga.
Ketika tuba Eustachius mengalami pembengkakan atau tersumbat, cairan dapat menumpuk di belakang gendang telinga. Virus atau bakteri kemudian dapat berkembang biak di dalam cairan yang terperangkap tersebut, sehingga menyebabkan nyeri, rasa tertekan, dan perubahan pada pendengaran.
Jenis-Jenis Infeksi Telinga
Tidak semua infeksi telinga memengaruhi bagian telinga yang sama.
1. Infeksi Telinga Tengah
Infeksi telinga tengah memengaruhi ruang di belakang gendang telinga. Ini merupakan jenis infeksi telinga yang paling umum dan sering kali dimaksud ketika seseorang menyebut "infeksi telinga".
Kondisi ini sering terjadi setelah pilek atau infeksi saluran pernapasan bagian atas. Gejalanya dapat meliputi nyeri telinga, demam, gangguan pendengaran seperti telinga terasa tersumbat, dan rasa penuh pada telinga.

2. Otitis Media dengan Efusi
Cairan tetap berada di belakang gendang telinga setelah infeksi mereda. Meskipun mungkin tidak terdapat infeksi aktif, cairan tersebut dapat memengaruhi pendengaran.
3. Infeksi Telinga Luar
Infeksi telinga luar memengaruhi saluran telinga. Kondisi ini terkadang disebut sebagai swimmer’s ear atau telinga perenang.
Jenis infeksi ini dapat menyebabkan nyeri saat telinga bagian luar disentuh atau ditarik, rasa gatal, kemerahan, pembengkakan, atau keluarnya cairan dari saluran telinga. Kondisi ini biasanya disebabkan oleh kelembapan yang terperangkap di dalam telinga.

4. Infeksi Telinga Kronis atau Berulang
Beberapa orang mengalami infeksi telinga secara berulang atau memiliki cairan di dalam telinga yang tidak kunjung hilang dalam waktu lama.
Kondisi ini dapat memengaruhi pendengaran, tidur, prestasi sekolah, atau perkembangan bicara pada anak-anak. Dokter mungkin menyarankan pemeriksaan pendengaran atau rujukan ke dokter spesialis telinga, hidung, dan tenggorokan (THT) jika infeksi sering terjadi atau berlangsung terus-menerus.
Gejala Infeksi Telinga
Gejala infeksi telinga dapat muncul secara tiba-tiba. Gejala yang dialami dapat berbeda tergantung pada usia dan bagian telinga yang terkena.
Gejala yang umum meliputi:
- Nyeri atau rasa tidak nyaman pada telinga
- Rasa tersumbat atau penuh pada telinga
- Pendengaran terdengar samar atau berkurang
- Demam
- Keluarnya cairan, nanah, atau darah dari telinga
- Telinga berdenging atau berdengung
- Pusing atau kehilangan keseimbangan
- Sakit kepala
- Kelelahan atau mudah tersinggung
Mengapa Infeksi Telinga Sering Terjadi Setelah Pilek
Banyak infeksi telinga bermula setelah pilek, influenza, infeksi sinus, atau hidung tersumbat.
Ketika hidung dan tenggorokan mengalami peradangan, tuba Eustachius juga dapat mengalami pembengkakan. Kondisi ini membuat cairan dari telinga tengah lebih sulit untuk mengalir keluar. Cairan yang terperangkap kemudian dapat menciptakan lingkungan yang memungkinkan kuman berkembang biak.
Inilah sebabnya nyeri telinga dapat muncul beberapa hari setelah mengalami pilek, batuk, atau sakit tenggorokan. Hal ini tidak selalu berarti bahwa pilek telah “menyebar” ke telinga, tetapi hidung tersumbat dapat meningkatkan risiko penumpukan cairan dan terjadinya infeksi.
Apa yang Menyebabkan Infeksi Telinga?
Infeksi telinga dapat disebabkan oleh virus atau bakteri. Pemicu yang umum meliputi:
- Pilek dan influenza
- Infeksi sinus
- Alergi yang menyebabkan hidung tersumbat
- Pembesaran adenoid pada anak-anak
- Paparan asap rokok atau kualitas udara yang buruk
- Sering berinteraksi dengan anak-anak lain di tempat penitipan anak atau sekolah
- Pemberian susu melalui botol saat berbaring
- Sistem kekebalan tubuh yang melemah
Beberapa bakteri yang umum dikaitkan dengan infeksi telinga tengah antara lain Streptococcus pneumoniae, Haemophilus influenzae, dan Moraxella catarrhalis.
Infeksi Telinga pada Anak

Anak-anak lebih berisiko mengalami infeksi telinga dibandingkan orang dewasa. Salah satu penyebabnya adalah tuba Eustachius pada anak lebih pendek, lebih sempit, dan lebih mudah tersumbat. Sistem kekebalan tubuh mereka juga masih dalam tahap perkembangan.
Anak kecil mungkin belum dapat menjelaskan bahwa telinga mereka terasa sakit. Sebagai gantinya, orang tua dapat memperhatikan perubahan perilaku.
- Sering menarik atau menggosok telinga
- Menangis lebih sering dari biasanya
- Rewel atau mudah tersinggung
- Kesulitan tidur
- Kesulitan makan atau nafsu makan berkurang
- Demam
- Tidak merespons suara seperti biasanya
- Mengalami gangguan keseimbangan
- Keluarnya cairan dari telinga
Infeksi telinga yang berlangsung terus-menerus dapat menyebabkan gangguan pendengaran sementara, yang pada anak-anak yang lebih kecil dapat menghambat perkembangan bicara dan bahasa.
Infeksi Telinga pada Orang Dewasa
Infeksi telinga lebih jarang terjadi pada orang dewasa dibandingkan pada anak-anak, tetapi tetap dapat terjadi.
Pada orang dewasa, nyeri telinga dapat berkaitan dengan infeksi telinga tengah, infeksi telinga luar, hidung tersumbat akibat masalah sinus, sumbatan kotoran telinga, gangguan sendi rahang, atau masalah gigi. Karena beberapa kondisi dapat menimbulkan gejala yang serupa, pemeriksaan telinga penting dilakukan daripada langsung menganggap bahwa nyeri tersebut disebabkan oleh infeksi.
Bagaimana Dokter Mendiagnosis Infeksi Telinga
Dokter biasanya akan menanyakan gejala yang dialami dan memeriksa telinga menggunakan otoskop. Otoskop adalah alat dengan lampu yang digunakan untuk melihat saluran telinga dan gendang telinga.
Selama pemeriksaan, dokter dapat memeriksa:
- Kemerahan atau pembengkakan pada gendang telinga
- Cairan di belakang gendang telinga
- Gendang telinga yang menonjol atau menggembung
- Cairan atau kotoran yang keluar di saluran telinga
- Tanda-tanda robekan pada gendang telinga
- Sumbatan akibat kotoran telinga atau infeksi telinga luar
Dalam beberapa kasus, pemeriksaan tambahan mungkin diperlukan. Pemeriksaan tersebut dapat meliputi timpanometri untuk menilai pergerakan gendang telinga, tes pendengaran, atau pemeriksaan lebih lanjut oleh dokter spesialis telinga, hidung, dan tenggorokan (THT).
Pengobatan Infeksi Telinga
Pengobatan bergantung pada usia pasien, gejala yang dialami, dan tingkat keparahan kondisi.
Tidak semua infeksi telinga memerlukan antibiotik. Banyak infeksi telinga tengah ringan dapat membaik dengan sendirinya dalam beberapa hari. Namun, beberapa kasus memerlukan obat-obatan atau penanganan lebih lanjut.
1. Pereda Nyeri
Obat-obatan seperti parasetamol atau ibuprofen dapat membantu mengurangi rasa tidak nyaman selama infeksi berangsur pulih.
2. Observasi dan Pemantauan
Untuk infeksi telinga ringan, dokter dapat merekomendasikan pemantauan gejala selama beberapa waktu sebelum memulai pemberian antibiotik.
Pendekatan ini dapat dipertimbangkan jika gejalanya ringan, anak sudah berusia lebih besar, tidak terdapat tanda bahaya, dan pemeriksaan lanjutan dapat dilakukan jika diperlukan.
Observasi dan pemantauan bukan berarti mengabaikan infeksi. Pendekatan ini melibatkan penanganan nyeri, pemantauan gejala secara saksama, serta pemeriksaan kembali jika gejala tidak membaik atau semakin parah.
3. Antibiotik
Antibiotik dapat diresepkan jika infeksi telinga lebih mungkin disebabkan oleh bakteri atau jika risiko komplikasi lebih tinggi.
Dokter dapat mempertimbangkan pemberian antibiotik pada:
- Bayi berusia di bawah 6 bulan
- Anak-anak dengan nyeri telinga yang parah
- Demam dengan suhu 39°C atau lebih tinggi
- Gejala yang berlangsung lebih dari 48 hingga 72 jam
- Infeksi pada kedua telinga pada anak-anak yang lebih kecil
- Keluarnya cairan dari telinga
- Anak-anak atau orang dewasa dengan risiko medis yang lebih tinggi
4. Pemasangan Tabung Telinga
Anak-anak yang mengalami infeksi telinga berulang atau penumpukan cairan yang menetap dapat memperoleh manfaat dari pemasangan tabung timpanostomi untuk membantu memperlancar drainase dan mengurangi risiko infeksi di kemudian hari.
Kapan Harus Memeriksakan Infeksi Telinga ke Dokter
Anda sebaiknya memeriksakan diri ke dokter jika gejala yang dialami parah, menetap, atau mengkhawatirkan.
Segera konsultasikan dengan dokter jika terdapat:
- Nyeri telinga yang berlangsung lebih dari 2 hingga 3 hari
- Demam
- Keluarnya cairan, nanah, atau darah dari telinga
- Gangguan pendengaran atau telinga terasa tersumbat
- Pusing atau gangguan keseimbangan
- Sakit kepala yang parah
- Pembengkakan, kemerahan, atau nyeri di belakang telinga
- Infeksi telinga yang berulang
- Gejala pada bayi berusia di bawah 6 bulan
- Anak yang sangat mengantuk, sangat lemah, atau sulit ditenangkan
Segera dapatkan pertolongan medis jika terdapat kelemahan pada wajah, leher kaku, kebingungan, pembengkakan parah di belakang telinga, atau demam yang sangat tinggi.
Bagaimana Infeksi Telinga Dapat Dicegah?
Meskipun tidak semua infeksi telinga dapat dicegah, risiko terjadinya infeksi dapat dikurangi dengan:
- Menjaga kebersihan tangan dengan baik
- Memastikan vaksinasi tetap sesuai jadwal
- Menghindari paparan asap rokok
- Memberikan ASI kepada bayi jika memungkinkan
- Mengendalikan alergi
- Menangani masalah sinus kronis
- Sebisa mungkin menjauhkan anak dari orang yang sedang mengalami infeksi saluran pernapasan
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Banyak infeksi telinga ringan membaik dalam beberapa hari. Beberapa kasus mungkin memerlukan waktu satu hingga dua minggu untuk benar-benar sembuh, terutama jika masih ada cairan di belakang gendang telinga.
Ya, beberapa infeksi telinga dapat membaik tanpa antibiotik. Namun, bayi, anak-anak dengan gejala berat, orang dewasa yang mengalami nyeri berkepanjangan, serta siapa pun yang mengalami keluarnya cairan dari telinga perlu diperiksa oleh dokter.
Cairan yang keluar dari telinga perlu diperiksa, terutama jika berupa nanah, bercampur darah, atau berbau tidak sedap. Hal ini bisa disebabkan oleh robekan pada gendang telinga, infeksi telinga luar, atau infeksi yang sedang berlangsung.
Cairan yang keluar dari telinga perlu diperiksa, terutama jika berupa nanah, bercampur darah, atau berbau tidak sedap. Hal ini bisa disebabkan oleh robekan pada gendang telinga, infeksi telinga luar, atau infeksi yang sedang berlangsung.
Infeksi telinga itu sendiri biasanya tidak menular.
Namun, pilek, flu, atau infeksi saluran pernapasan yang memicunya dapat menular dari satu orang ke orang lain. Itulah sebabnya infeksi telinga bisa tampak muncul setelah seorang anak berada di dekat orang lain yang sedang batuk atau pilek.
Jangan gunakan obat tetes telinga tanpa memastikan kesesuaiannya. Beberapa jenis obat tetes tidak boleh digunakan jika gendang telinga robek.
Kebanyakan orang dapat terbang dengan aman, meskipun lepas landas dan mendarat dapat menyebabkan peningkatan rasa tidak nyaman pada telinga akibat perubahan tekanan. Jika gejalanya parah, konsultasikan dengan dokter Anda sebelum bepergian.
Jika Anda mengalami keluarnya cairan dari telinga atau gendang telinga yang berlubang, hindari berenang sampai dokter menyarankan sebaliknya. Untuk infeksi telinga tengah tanpa komplikasi yang tidak disertai keluarnya cairan, berenang umumnya bukan penyebab infeksi tersebut, namun konsultasikan dengan dokter jika gejala berlanjut.
Rujukan ke dokter spesialis dapat dipertimbangkan untuk infeksi yang berulang, cairan yang menetap di telinga, gangguan pendengaran, dugaan kerusakan gendang telinga, gangguan keseimbangan, atau komplikasi.
Jika Anda atau anak Anda mengalami nyeri telinga, gangguan pendengaran atau telinga terasa tersumbat, demam, atau keluarnya cairan dari telinga, pemeriksaan medis dapat membantu mengidentifikasi penyebab dan menentukan penanganan yang sesuai.
Di Nobel ENT Centre, Dr Leong Hoo Kwong (Konsultan Senior Bedah THT) menyediakan pemeriksaan dan penanganan komprehensif untuk infeksi telinga pada anak-anak maupun orang dewasa di Gleneagles Hospital. Dengan pengalaman luas dalam menangani berbagai kondisi telinga yang umum maupun kompleks, termasuk infeksi telinga berulang, gangguan pendengaran, dan kelainan telinga tengah, beliau memberikan perawatan yang dipersonalisasi dan berbasis bukti sesuai dengan kebutuhan setiap pasien. Pemeriksaan dan penanganan sejak dini dapat membantu meredakan gejala, mencegah komplikasi, dan melindungi fungsi pendengaran dalam jangka panjang.
