Ilustrasi nyeri dada sebagai salah satu tanda peringatan henti jantung mendadak

Ketika Christian Eriksen tiba-tiba kolaps saat pertandingan sepak bola pada Juni 2026, jutaan penggemar di seluruh dunia kembali diingatkan akan momen mengerikan yang mereka harap tidak akan pernah terulang lagi.

Lima tahun sebelumnya, Christian Eriksen mengalami henti jantung mendadak saat Denmark bertanding melawan Finlandia pada UEFA Euro 2020. Beruntung, Eriksen berhasil mendapatkan kembali kesadarannya dan segera menerima penanganan medis. Insiden tersebut kembali memicu pembahasan penting mengenai kesehatan jantung di kalangan atlet. ¹

Apa yang Terjadi pada Christian Eriksen?

Saat Denmark menjalani pertandingan persahabatan internasional melawan Ukraina pada Juni 2026, Christian Eriksen tiba-tiba kolaps di lapangan setelah tampak memegangi dadanya.

Tim medis segera bergegas memasuki lapangan, sementara rekan setim dan pemain lawan memberikan isyarat agar bantuan medis darurat segera diberikan.

Beruntung, Eriksen kembali sadar dalam hitungan menit dan dapat meninggalkan lapangan dengan bantuan sebelum dibawa ke rumah sakit untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. 

Henti Jantung vs Serangan Jantung: Apa Bedanya?

Banyak orang keliru menganggap bahwa kedua istilah ini memiliki arti yang sama.

Padahal, keduanya merupakan kondisi yang berbeda.  

Serangan Jantung2Henti Jantung Mendadak23

Serangan jantung terjadi ketika aliran darah ke sebagian otot jantung tersumbat, biasanya akibat bekuan darah.

Meskipun merupakan kondisi serius, jantung umumnya masih tetap berdetak.

Serangan jantung merupakan gangguan pada sistem peredaran darah.

Gejalanya sering kali meliputi:

  • Nyeri atau rasa tertekan di dada
  • Nyeri yang menjalar ke rahang, lengan, atau punggung
  • Sesak napas
  • Mual
  • Keringat dingin

Henti jantung mendadak terjadi ketika sistem kelistrikan jantung tiba-tiba mengalami gangguan.

Alih-alih memompa darah secara normal, jantung berdetak secara tidak teratur atau berhenti memompa darah secara efektif.

Tanpa penanganan segera, penderita akan dengan cepat kehilangan kesadaran dan berhenti bernapas secara normal.

Henti jantung mendadak merupakan gangguan pada sistem kelistrikan jantung.

Apakah Hal Ini Bisa Terjadi pada Atlet yang Sehat?  

Meskipun atlet profesional menjalani pemeriksaan kesehatan secara rutin, beberapa kelainan jantung masih dapat sulit terdeteksi. Dalam kasus yang jarang terjadi, seseorang mungkin tidak mengalami gejala apa pun hingga terjadi keadaan darurat jantung.

Jika seorang atlet mengalami gejala yang mengkhawatirkan, memiliki riwayat penyakit jantung dalam keluarga, atau memerlukan evaluasi lebih lanjut sebelum kembali berolahraga, seorang dokter spesialis jantung dapat merekomendasikan pemeriksaan khusus untuk menilai struktur, fungsi, serta respons jantung terhadap aktivitas fisik. ⁵ 

Bagaimana Dokter Spesialis Jantung Menilai Kesehatan Jantung pada Atlet?  

Bergantung pada riwayat kesehatan, gejala, dan jenis olahraga yang dilakukan seseorang, dokter spesialis jantung dapat merekomendasikan pemeriksaan lanjutan setelah evaluasi kardiovaskular awal, sesuai dengan rekomendasi para ahli bagi atlet yang berpartisipasi dalam olahraga dengan intensitas sedang hingga tinggi. ⁵

Pemeriksaan tersebut dapat meliputi:

1. Ekokardiogram  

Ekokardiogram menggunakan gelombang ultrasound untuk menilai struktur dan fungsi jantung. Pemeriksaan ini membantu mengidentifikasi kelainan pada otot jantung, katup jantung, serta fungsi pemompaan jantung.

2. Ekokardiografi Stres

Beberapa kondisi jantung baru terlihat jelas saat tubuh melakukan aktivitas fisik.

Ekokardiografi stres mengevaluasi bagaimana jantung bekerja saat berolahraga atau ketika diberikan obat yang mensimulasikan stres pada jantung. Pemeriksaan ini membantu mengidentifikasi kelainan yang berkaitan dengan aktivitas fisik dan mungkin tidak terdeteksi saat tubuh sedang beristirahat.

3. Cardiopulmonary Exercise Testing (CPET)

Tes VO2 max untuk menilai kebugaran kardiovaskular dan kesehatan jantung

CPET merupakan salah satu metode paling komprehensif untuk menilai performa saat berolahraga karena mengukur bagaimana jantung, paru-paru, dan otot bekerja secara bersamaan selama aktivitas fisik. Salah satu parameter utamanya adalah VO₂ max, yang membantu dokter spesialis jantung mengevaluasi kapasitas kebugaran dan menyelidiki gejala seperti sesak napas yang tidak diketahui penyebabnya.

Kembali Berolahraga Setelah Mengalami Kejadian Jantung

Automated External Defibrillator (AED) untuk keadaan darurat jantung saat berolahraga

Kembalinya Christian Eriksen ke sepak bola profesional setelah mengalami henti jantung pada tahun 2021 telah menginspirasi banyak orang di seluruh dunia. Namun, kembali berolahraga setelah mengalami kejadian jantung bukanlah keputusan yang sederhana.

Alih-alih hanya mengandalkan satu jenis pemeriksaan, dokter spesialis jantung akan mempertimbangkan berbagai faktor, termasuk:  

  • Kondisi jantung yang mendasari
  • Hasil pemeriksaan pencitraan jantung
  • Hasil uji latihan
  • Pemantauan irama jantung
  • Tuntutan fisik dari cabang olahraga yang dijalani

Setiap atlet memiliki kondisi yang berbeda. Sebagian atlet dapat kembali mengikuti olahraga kompetitif dengan aman setelah menjalani evaluasi dan penanganan yang tepat, sementara yang lain mungkin perlu menyesuaikan jenis atau intensitas olahraga yang mereka lakukan. ⁵

Penilaian yang dipersonalisasi membantu memastikan bahwa keputusan tersebut mempertimbangkan keseimbangan antara target performa dan kesehatan jantung dalam jangka panjang.

Tetap Aktif dengan Aman  

Insiden terbaru Christian Eriksen yang kembali kolaps di lapangan mengingatkan kita bahwa bahkan atlet elite pun mungkin memerlukan evaluasi jantung yang menyeluruh sebelum dapat kembali berolahraga dengan aman.

Bagi kebanyakan orang, olahraga tetap merupakan salah satu investasi terbaik untuk kesehatan jangka panjang. Kuncinya adalah mengetahui kapan perlu berkonsultasi dengan dokter spesialis dan memastikan bahwa jantung Anda siap menghadapi tuntutan aktivitas fisik yang dilakukan.

Meskipun keadaan darurat jantung saat berolahraga jarang terjadi, jika Anda mengalami gejala seperti nyeri atau rasa tidak nyaman di dada, sesak napas tanpa penyebab yang jelas, atau pingsan, maupun memiliki riwayat penyakit jantung bawaan dalam keluarga, sebaiknya lakukan pemeriksaan sebelum meningkatkan intensitas olahraga. Memahami kondisi kesehatan jantung Anda dapat membantu berolahraga dengan lebih percaya diri sekaligus mencegah kejadian yang mengancam jiwa.

Dr. Koh Choong Hou, Konsultan Senior Kardiologi di Nobel Heart Centre (Mount Elizabeth Novena), menangani pasien dengan gejala jantung yang berkaitan dengan olahraga serta individu yang memerlukan pemeriksaan kesehatan jantung.

Beliau memiliki keahlian dalam pencitraan jantung, khususnya ekokardiografi, termasuk stress echocardiography, advanced structural transesophageal echocardiography, dan perioperative transesophageal echocardiography. Beliau juga berkompeten dalam melakukan dan menginterpretasikan Cardiopulmonary Exercise Testing (CPET), yang merupakan standar emas dalam penilaian kebugaran jantung dan paru. 

Buat Janji Temu

Referensi:

  1. AP News. Christian Eriksen collapses during Euro 2020 match against Finland. (your existing AP article from 2021)  
  2. Mayo Clinic. Sudden cardiac arrest – Symptoms and causes.  
  3. American Heart Association. Heart Attack and Sudden Cardiac Arrest Differences.  
  4. Cleveland Clinic. Cardiac Imaging: Types, Uses and Procedure Details.  
  5. Wang L, Yeo TJ, Tan JWC, Koh CH, et al. Asian Pacific Society of Cardiology Consensus Recommendations for Pre-participation Screening in Young Competitive Athletes. European Cardiology Review. 2021;16:e44. Available at: https://assets.radcliffecardiology.com/s3fs-public/article-pdf/2021-11/ECR_APSC_Screening_WEB.pdf