Pertunjukan kembang api Hari Nasional di Marina Bay.

Setiap tahunnya, Hari Kemerdekaan Singapura mempertemukan keluarga dan teman untuk merayakannya dengan parade yang spektakuler, pertunjukan udara yang mendebarkan, serta kembang api Hari Nasional Singapura yang penuh warna. Baik Anda menonton perayaannya di Marina Bay Sands atau menikmati kembang api dari tempat pengamatan di sekitar pemukiman, momen-momen ini telah menjadi tradisi yang sangat dicintai bagi banyak warga Singapura.

Betapa pun memukaunya kembang api tersebut, suaranya yang menggelegar dan tiba-tiba terkadang dapat mengejutkan Anda. Pernahkah Anda bertanya-tanya apakah ledakan suara yang keras ini dapat memengaruhi pendengaran Anda?

Kabar baiknya adalah kebanyakan orang dapat menikmati perayaan tersebut tanpa mengalami masalah pendengaran jangka panjang. Namun, paparan suara yang sangat keras, terutama dalam jarak dekat atau dalam jangka waktu lama, dapat memengaruhi pendengaran secara sementara atau, dalam beberapa kasus, secara permanen.

Memahami bagaimana suara keras memengaruhi telinga Anda dan mengambil beberapa langkah pencegahan sederhana dapat membantu Anda menikmati perayaan Hari Nasional sekaligus melindungi pendengaran Anda.

Mengapa Kembang Api dan Pertunjukan Terbang Lintas (Flypast) Sangat Keras?

Tidak dapat dimungkiri bahwa ledakan kembang api yang menggelegar dan deru pesawat jet tempur adalah bagian dari apa yang membuat perayaan Hari Nasional Singapura begitu menyenangkan. Meskipun suara-suara ini hanya berlangsung beberapa detik, suaranya jauh lebih keras daripada kebisingan sehari-hari yang biasa kita dengar.

Kembang api dan pesawat militer menghasilkan apa yang dikenal sebagai kebisingan impulsif (impulse noise), yaitu ledakan suara sangat keras yang terjadi secara mendadak. Berbeda dengan dengungan konstan dari lalu lintas atau percakapan, kebisingan impulsif melepaskan sejumlah besar energi suara hampir secara instan. Hal ini dapat membebani struktur sensitif di dalam telinga bagian dalam Anda secara sementara.

Di dalam koklea terdapat ribuan sel rambut sensorik kecil yang mengubah getaran suara menjadi sinyal yang dikenali otak Anda sebagai suara. Sel-sel rambut ini sangat sensitif dan sekali rusak, sel-sel tersebut tidak dapat beregenerasi.

Meskipun penonton biasanya berada pada jarak pandang yang aman, berdiri sangat dekat dengan pengeras suara, zona peluncuran kembang api, atau jalur penerbangan pesawat dapat memaparkan Anda pada tingkat suara yang lebih tinggi.

"Dengingan sementara di telinga setelah terpapar kebisingan keras adalah tanda bahwa telinga Anda telah mengalami stres. Meskipun sering kali membaik, perubahan pendengaran yang persisten atau tinitus tidak boleh diabaikan”- Dr Leong Hoo Kwong, Konsultan Senior Dokter Bedah THT di Nobel ENT Centre.

Seberapa Keras yang Dikatakan Terlalu Keras?

Bagan perbandingan tingkat kebisingan desibel untuk kembang api.

Sering kali sulit untuk menilai apakah suatu suara "terlalu keras". Salah satu cara yang berguna untuk memahaminya secara proporsional adalah dengan membandingkan kembang api dengan suara sehari-hari yang biasa kita dengar.

Sebagai panduan umum, paparan jangka panjang terhadap suara di atas 85 dB secara bertahap dapat meningkatkan risiko kerusakan pendengaran. Semakin keras suaranya, semakin singkat waktu yang dibutuhkan sebelum telinga Anda terpengaruh. 

Bisakah Kembang Api Hari Nasional Singapura Merusak Pendengaran Anda?

Satu malam kecil kemungkinan menyebabkan gangguan pendengaran permanen.

Jika Anda menonton kembang api Hari Nasional Singapura dari area pengamatan resmi, satu malam saja kecil kemungkinan mengakibatkan hilangnya pendengaran secara permanen. Namun, telinga setiap orang merespons suara keras secara berbeda-beda.

Risiko Anda menjadi lebih tinggi jika Anda berdiri sangat dekat dengan area peluncuran kembang api, menghabiskan waktu beberapa jam di dekat pengeras suara, menghadiri beberapa acara bising dalam jangka waktu singkat, atau tidak menggunakan pelindung pendengaran saat diperlukan.

Kebanyakan orang tidak akan mengalami efek jangka panjang setelah menonton kembang api. Namun, bukanlah hal yang aneh untuk merasakan dengingan sementara di telinga atau suara yang terdengar sedikit teredam setelah terpapar kebisingan yang sangat keras. Gejala-gejala ini biasanya membaik dalam beberapa jam seiring dengan pulihnya telinga Anda.

Jika gejala tersebut bertahan lebih dari 24 hingga 48 jam, disarankan untuk melakukan pemeriksaan medis, karena gejala yang berkepanjangan dapat mengindikasikan adanya cedera terkait kebisingan yang lebih signifikan.

Siapa yang Lebih Rentan terhadap Kebisingan Keras?

Meskipun setiap orang harus melindungi pendengarannya, beberapa individu lebih rentan terhadap paparan suara yang keras.

1. Anak-Anak

Anak-anak sering kali menjadi yang pertama menutup telinga saat kembang api dimulai, dan hal ini memiliki alasan yang kuat. Pendengaran mereka masih dalam tahap perkembangan, membuat mereka lebih sensitif terhadap suara keras dibandingkan orang dewasa.

Bayi dan balita juga tidak selalu dapat memberi tahu Anda ketika suatu suara terdengar sangat keras hingga menyakitkan. Jika mereka mulai merasa gelisah, menangis, atau berulang kali menutup telinga, itu mungkin merupakan tanda bahwa kebisingan tersebut sudah terlalu berlebihan bagi mereka.

Orang tua harus memberikan perhatian khusus untuk menjaga anak-anak berada pada jarak yang aman dari pengeras suara dan area pertunjukan kembang api.

2. Lansia

Banyak lansia yang sudah mengalami tingkat penurunan pendengaran terkait usia. Paparan tambahan terhadap kebisingan yang keras dapat semakin memengaruhi pendengaran atau memperburuk kesulitan yang ada dalam memahami percakapan, terutama di lingkungan yang bising.

3. Orang dengan Kondisi Pendengaran yang Sudah Ada Sebelumnya

Perhatian ekstra juga harus diberikan kepada individu yang memiliki:

  • Alat bantu dengar
  • Tinitus (telinga berdenging)
  • Riwayat operasi telinga sebelumnya
  • Infeksi telinga kronis
  • Gangguan pendengaran yang sudah ada
  • Gangguan telinga bagian dalam

Tips Sederhana untuk Melindungi Pendengaran Anda Selama Hari Nasional

Kabar baiknya adalah Anda tidak perlu melewatkan perayaan untuk menjaga pendengaran Anda. Beberapa kebiasaan sederhana dapat memberikan perbedaan yang nyata.

1. Jaga Jarak Anda

Semakin dekat Anda dengan kembang api, pengeras suara, atau pesawat terbang, semakin keras suaranya.

Memilih area pengamatan yang lebih jauh secara alami mengurangi paparan kebisingan sambil tetap memberikan pengalaman yang menyenangkan.

2. Bawa Pelindung Pendengaran

Jika Anda tahu bahwa Anda akan berada dekat dengan pusat acara atau sensitif terhadap suara keras, ada baiknya Anda membawa pelindung pendengaran. Penutup telinga (earplugs) tidak hanya untuk konser, tetapi juga sama berguna saat pertunjukan kembang api, atraksi udara, dan acara luar ruangan yang bising lainnya.

Untuk orang dewasa, sumbat telinga yang dapat digunakan kembali dapat membantu menurunkan volume tanpa mengurangi kenikmatan momen tersebut. Bayi dan anak-anak harus mengenakan pelindung telinga (earmuffs/ear defenders) yang pas, yang dirancang untuk melindungi pendengaran mereka yang lebih sensitif.

Sepasang pelindung pendengaran sederhana dapat membuat perayaan terasa lebih nyaman sekaligus membantu mengurangi risiko kerusakan pendengaran akibat kebisingan.

3. Berikan Waktu bagi Telinga Anda untuk Pulih

Cobalah untuk menghindari langsung mendengarkan musik keras melalui earphone/headphone selama perjalanan pulang. Telinga Anda sudah terpapar banyak suara, dan lingkungan yang tenang memberi mereka kesempatan untuk pulih kembali. 

4. Ajari Anak-Anak tentang Suara Keras

Dorong anak-anak untuk:

  • Menutup telinga mereka jika suara mulai terasa tidak nyaman
  • Beritahu orang dewasa jika telinga mereka terasa sakit
  • Menggunakan pelindung pendengaran saat diperlukan

Membantu anak-anak membangun kebiasaan pendengaran yang sehat sejak dini dapat memberi manfaat bagi mereka hingga bertahun-tahun mendatang.

Kapan Anda Harus Memeriksakan Diri ke Dokter Spesialis THT?

Seorang wanita memegang telinga yang sakit akibat suara keras.

Meskipun gejala sementara sering kali membaik dengan sendirinya, aturlah jadwal pemeriksaan jika Anda mengalami:

  • Dengingan di telinga yang berlangsung lebih dari 24–48 jam
  • Penurunan atau kehilangan pendengaran secara mendadak
  • Pendengaran teredam yang tidak kunjung membaik
  • Nyeri telinga
  • Pusing atau masalah keseimbangan
  • Sensasi telinga tersumbat/penuh yang tidak membaik
  • Keluar cairan dari telinga
  • Gejala yang hanya memengaruhi satu telinga saja

Evaluasi sejak dini dapat membantu menentukan apakah pendengaran Anda telah terpengaruh dan apakah diperlukan penanganan lebih lanjut.

Lindungi Pendengaran Anda Saat Menikmati Perayaan

Baik Anda berencana menonton kembang api Hari Nasional Singapura atau menghadiri acara festival lainnya sepanjang tahun, tidak ada alasan untuk melewatkan momen-momen ini. Dengan menjaga jarak aman dari sumber suara keras, menggunakan pelindung pendengaran saat diperlukan, dan memberikan waktu bagi telinga Anda untuk pulih setelahnya, Anda dapat menikmati perayaan sekaligus mengurangi risiko kerusakan pendengaran.

Jika Anda mendapati dengingan yang persisten di telinga (tinitus), penurunan pendengaran, nyeri telinga, pusing, atau sensasi telinga tersumbat yang tidak kunjung membaik setelah acara usai, penting untuk tidak mengabaikan gejala-gejala tersebut. Meskipun perubahan pendengaran sementara sering kali membaik dengan sendirinya, gejala yang terus berlanjut bisa menjadi tanda adanya kerusakan pendengaran dan harus segera diperiksakan.

Di Nobel ENT Centre, Dr. Leong Hoo Kwong (Konsultan Senior Dokter Bedah THT) memiliki minat khusus dalam bidang otologi dan neuro-otologi, yang berfokus pada kondisi yang memengaruhi telinga, pendengaran, dan keseimbangan. Jika Anda mengalami perubahan pendengaran yang berkelanjutan, beliau dapat memberikan evaluasi menyeluruh serta memberikan saran dan penanganan yang tepat di Rumah Sakit Gleneagles.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Bisakah Kembang Api Menyebabkan Gangguan Pendengaran Permanen?

Kembang api dapat menyebabkannya, terutama jika Anda berada sangat dekat dengan sumber suara atau terpapar berulang kali tanpa pelindung pendengaran. Sebagian besar penonton yang menyaksikan dari area pengamatan resmi memiliki risiko yang jauh lebih rendah.

Haruskah Bayi Menggunakan Pelindung Pendengaran Saat Pertunjukan Kembang Api?

Ya. Bayi dan anak-anak harus mengenakan penutup telinga (earmuffs/ear defenders) yang pas saat menghadiri acara luar ruangan yang bising.

Seperti Apa Rasanya Suara Telinga Berdenging?

Setiap orang mengalaminya secara berbeda-beda. Suaranya bisa terdengar seperti berdenging, berdengung, mendengung rendah, deru, siulan, atau bahkan suara klik. Beberapa orang hanya mendengarnya di lingkungan yang tenang, sementara yang lain merasakannya secara terus-menerus.

Apa yang Harus Anda Lakukan Jika Mendapati Telinga Berdenging?

Sensasi berdenging singkat relatif umum terjadi setelah terpapar suara keras. Namun, jika bertahan lebih dari 24 hingga 48 jam atau disertai dengan penurunan pendengaran atau pusing, Anda harus segera melakukan pemeriksaan medis.

Bisakah Gangguan Pendengaran Akibat Kebisingan Keras Dipulihkan?

Perubahan pendengaran sementara dapat membaik seiring pulihnya fungsi telinga. Namun, kerusakan permanen pada sel-sel rambut sensorik telinga bagian dalam saat ini belum dapat dipulihkan, itulah mengapa pencegahan menjadi sangat penting.