
Kebanyakan orang mengira penyakit yang serius pasti akan menimbulkan gejala yang jelas. Namun, jika hati mengalami peradangan (hepatitis), hal tersebut tidak selalu terjadi.
Beberapa jenis hepatitis dapat merusak hati secara perlahan selama bertahun-tahun tanpa menimbulkan gejala yang nyata. Banyak orang baru mengetahui bahwa mereka mengidap hepatitis saat menjalani medical check-up, donor darah, atau pemeriksaan kesehatan rutin.
Pada saat itu, peradangan hati mungkin sudah berkembang.
Kabar baiknya, hepatitis sering kali dapat dideteksi melalui pemeriksaan darah sederhana. Dalam banyak kasus, diagnosis dini memungkinkan dokter memantau atau mengobati kondisi tersebut sebelum timbul komplikasi yang serius.
Berikut hal-hal yang perlu Anda ketahui mengenai hepatitis, cara penularannya, dan kapan pemeriksaan mungkin dianjurkan.
Mengapa Hepatitis Sering Tidak Terdeteksi?
Hepatitis adalah peradangan pada hati. Hati memiliki peran penting dalam menyaring racun, mengolah zat gizi, menghasilkan protein, serta mendukung berbagai fungsi penting di dalam tubuh.
Berbeda dengan banyak organ lainnya, hati tetap dapat menjalankan fungsinya meskipun sedang mengalami peradangan atau kerusakan sebagian. Akibatnya, hepatitis sering kali hanya menimbulkan sedikit gejala atau bahkan tidak menimbulkan gejala sama sekali pada tahap awal.
Banyak orang tetap merasa sehat meskipun virus secara perlahan merusak hati mereka. Pada sebagian kasus, gejala baru muncul bertahun-tahun kemudian ketika kerusakan hati sudah menjadi lebih berat.
Inilah sebabnya hepatitis sering disebut sebagai "penyakit yang diam-diam berkembang" (silent disease).
Tidak Semua Jenis Hepatitis Sama
Hepatitis terdiri dari beberapa jenis. Masing-masing memiliki cara penularan, tingkat risiko kesehatan, serta pendekatan pencegahan dan pengobatan yang berbeda.
| Jenis | Cara Penularan | Tersedia Vaksin | Dapat Menjadi Kronis? |
|---|---|---|---|
| Hepatitis A | Makanan atau air yang terkontaminasi | Ya | Jarang |
| Hepatitis B | Darah dan cairan tubuh | Ya | Ya |
| Hepatitis C | Darah dan cairan tubuh | Tidak | Ya |
| Hepatitis D | Terjadi pada orang yang terinfeksi Hepatitis B | Melalui vaksinasi Hepatitis B | Ya |
| Hepatitis E | Makanan atau air yang terkontaminasi | Terbatas | Tidak |
Memahami perbedaan setiap jenis hepatitis dapat membantu Anda melindungi diri sendiri dan keluarga.
Bagaimana Hepatitis Dapat Menular?
Cara penularan hepatitis bergantung pada jenis virus penyebabnya.
Makanan atau Air yang Terkontaminasi
Hepatitis A dan Hepatitis E umumnya ditularkan melalui makanan atau air yang terkontaminasi virus.
Hal ini dapat terjadi jika makanan diolah dengan standar kebersihan yang kurang baik atau jika seseorang mengonsumsi air yang telah terkontaminasi. Bepergian ke daerah dengan sanitasi yang kurang memadai juga dapat meningkatkan risiko.
Untungnya, infeksi ini umumnya bersifat jangka pendek, dan sebagian besar orang dapat pulih dengan perawatan yang tepat.
Darah dan Cairan Tubuh
Hepatitis B, Hepatitis C, dan Hepatitis D memiliki cara penularan yang berbeda.
Penularan dapat terjadi melalui:
- Penularan dari ibu ke bayi saat persalinan (terutama Hepatitis B)
- Hubungan seksual tanpa pengaman
- Berbagi jarum suntik atau peralatan suntik
- Tato atau tindik yang dilakukan dengan peralatan yang tidak steril
- Cedera akibat tertusuk jarum
- Berbagi barang pribadi seperti pisau cukur atau sikat gigi yang mungkin mengandung sisa darah
- Paparan produk darah yang belum menjalani proses skrining di masa lalu
Penting untuk diingat bahwa Hepatitis B tidak menular melalui kontak sehari-hari, seperti berpelukan, berjabat tangan, makan bersama, batuk, atau bersin.
Apa Saja Gejalanya?
Salah satu kesalahpahaman terbesar tentang hepatitis adalah anggapan bahwa penyakit ini selalu menimbulkan gejala yang jelas.
Faktanya, banyak orang tidak mengalami gejala sama sekali.
Jika gejala muncul, keluhannya dapat meliputi:
- Kelelahan yang berkepanjangan
- Demam
- Hilang nafsu makan
- Mual atau muntah
- Nyeri atau rasa tidak nyaman di sisi kanan perut
- Urine berwarna gelap
- Tinja berwarna pucat
- Kulit atau bagian putih mata menguning (ikterus)
- Nyeri pada sendi
Gejala-gejala tersebut dapat menyerupai berbagai penyakit umum lainnya, sehingga hepatitis sering kali tidak terdeteksi.
Jika gejala terasa berat atau berlangsung terus-menerus, segera lakukan pemeriksaan ke dokter.
Jenis Hepatitis Apa yang Paling Umum di Singapura?
Di antara berbagai jenis hepatitis virus, Hepatitis B masih menjadi salah satu jenis yang paling banyak dijumpai di Singapura dan kawasan Asia.
Banyak penderita Hepatitis B tertular sejak lahir melalui penularan dari ibu ke bayi. Karena sering kali tidak menimbulkan gejala, banyak orang tidak menyadari bahwa mereka telah terinfeksi selama puluhan tahun.
Tanpa pemantauan yang tepat, Hepatitis B kronis dapat secara bertahap menyebabkan:
- Sirosis hati
- Gagal hati
- Kanker hati
Kabar baiknya, Hepatitis B sering kali dapat dikelola dengan baik melalui pemantauan rutin dan, bila diperlukan, pengobatan antivirus untuk membantu mengurangi risiko komplikasi.
Hepatitis C memang lebih jarang ditemukan, tetapi tetap menjadi salah satu penyebab penting penyakit hati kronis. Berbeda dengan Hepatitis B, hingga saat ini belum tersedia vaksin untuk Hepatitis C. Namun, berkat kemajuan dalam pengobatan, banyak penderita Hepatitis C kini dapat disembuhkan dengan obat antivirus modern.
Apakah Hepatitis Dapat Menular di Antara Anggota Keluarga?
Salah satu pertanyaan yang paling sering diajukan adalah, "Apakah hepatitis dapat menular di dalam keluarga?"
Jawabannya bergantung pada jenis hepatitis yang dimaksud.
Hepatitis A dan Hepatitis E
Infeksi ini dapat menular di antara anggota keluarga jika kebersihan tidak dijaga dengan baik. Berbagi makanan yang terkontaminasi atau tidak mencuci tangan dengan benar setelah menggunakan toilet dapat meningkatkan risiko penularan.
Hepatitis B
Hepatitis B dapat menular di antara anggota keluarga melalui kontak dengan darah atau cairan tubuh yang terinfeksi.
Meskipun tidak menular melalui aktivitas sehari-hari seperti berpelukan, makan bersama, batuk, atau bersin, penularan dapat terjadi melalui:
- Pisau cukur
- Sikat gigi
- Gunting kuku
- Kontak dengan luka terbuka
Anggota keluarga yang tinggal serumah dengan penderita Hepatitis B mungkin dianjurkan untuk menjalani pemeriksaan serta berkonsultasi dengan tenaga medis mengenai vaksinasi.
Hepatitis C
Hepatitis C lebih jarang menular di lingkungan keluarga. Namun, penggunaan bersama barang pribadi yang mungkin mengandung sisa darah tetap dapat menimbulkan risiko penularan.
Melindungi Diri Sendiri dan Keluarga
Kabar baiknya, beberapa jenis hepatitis dapat dicegah.
Langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk melindungi diri meliputi:
- Mendapatkan vaksin hepatitis sesuai anjuran
- Menerapkan kebiasaan mencuci tangan dengan baik
- Tidak berbagi barang pribadi yang mungkin mengandung darah
- Menggunakan perlindungan yang sesuai saat berhubungan seksual
- Memastikan prosedur medis dilakukan menggunakan peralatan yang steril
- Mempertimbangkan pemeriksaan hepatitis jika memiliki faktor risiko atau riwayat hepatitis dalam keluarga
Langkah-langkah sederhana ini dapat membantu mengurangi risiko infeksi sekaligus menjaga kesehatan hati dalam jangka panjang.
Jangan Menunggu Hingga Gejala Muncul
Banyak orang menganggap penyakit hati selalu ditandai dengan gejala yang jelas. Namun, hepatitis sering berkembang secara diam-diam, terutama Hepatitis B dan Hepatitis C. Saat gejala mulai muncul, kerusakan hati yang signifikan mungkin sudah terjadi.
Jika Anda belum pernah menjalani pemeriksaan hepatitis, memiliki riwayat hepatitis dalam keluarga, atau tidak yakin dengan tingkat risiko Anda, pemeriksaan kesehatan dapat memberikan kepastian. Skrining hepatitis umumnya hanya memerlukan pemeriksaan darah sederhana yang dapat mendeteksi infeksi bahkan ketika Anda merasa sehat sepenuhnya.
Di Nobel Gastroenterology Centre, para spesialis kami menyediakan evaluasi dan penanganan menyeluruh untuk berbagai penyakit hati dan saluran pencernaan. Diagnosis dini memungkinkan pemantauan yang tepat, pengobatan bila diperlukan, serta langkah-langkah untuk mengurangi risiko komplikasi seperti sirosis hati dan kanker hati.
Dr Wang Yu Tien adalah Konsultan Senior Gastroenterologi di Nobel Gastroenterology Centre (Gleneagles). Beliau lulus dari The University of Sydney dan menyelesaikan pelatihan spesialis gastroenterologi dan hepatologi di Singapore General Hospital (SGH). Dr Wang menangani berbagai penyakit saluran pencernaan dan hati, termasuk hepatitis, penyakit hati berlemak, sirosis, gastroesophageal reflux disease (GERD), serta irritable bowel syndrome (IBS).
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah hepatitis dapat terjadi tanpa gejala?
Ya. Hepatitis B dan Hepatitis C, khususnya, dapat tidak menimbulkan gejala selama bertahun-tahun. Banyak orang baru mengetahui bahwa mereka terinfeksi saat menjalani pemeriksaan darah rutin atau pemeriksaan kesehatan.
Apakah hepatitis menular?
Beberapa jenis hepatitis bersifat menular, tetapi cara penularannya bergantung pada jenis virusnya. Hepatitis A dan E biasanya menyebar melalui makanan atau air yang terkontaminasi, sedangkan Hepatitis B, C, dan D menyebar melalui kontak dengan darah atau cairan tubuh yang terinfeksi.
Apakah hepatitis dapat disembuhkan?
Hepatitis A dan E biasanya dapat sembuh dengan sendirinya. Hepatitis C sering kali dapat disembuhkan dengan obat antivirus, sedangkan Hepatitis B umumnya dapat dikendalikan secara efektif melalui pemantauan jangka panjang dan pengobatan bila diperlukan.
Apakah anggota keluarga perlu menjalani pemeriksaan?
Jika seseorang didiagnosis menderita Hepatitis B, anggota keluarga yang tinggal serumah dapat memperoleh manfaat dari pemeriksaan dan vaksinasi jika mereka belum memiliki perlindungan. Dokter akan memberikan saran yang sesuai berdasarkan kondisi masing-masing individu.